Gambar Lebih Dekat dengan Dr Phil Kamaruddin Amien MA

Lebih Dekat dengan Dr Phil Kamaruddin Amien MA

Mengidolakan Sosok Ibu Berawal dari manakah cita-cita Dr Phil Kamaruddin MA ingin menjadi pemimpin, terutama menjadi Rektor UIN Alauddin 2010-2014? Ternyata kandidat rektor nomor urut 3 ini mengaku kalau semua berawal dari petuah seorang ibu. Bagi pria yang memiliki 16 saudara ini sangat mengidolakan sosok ibunya. Di mata Kamaruddin, ibu adalah seorang motivator yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan yang ia raih hingga hari ini. Menurutnya, ibu adalah seorang yang sangat luar biasa, yang tidak pernah marah kepada anak-anaknya. Meski dengan jumlah saudara yang cukup banyak dan memiliki karakter berbeda satu sama lain. Berkat bimbingan ibu, sejak kecil, pria kelahiran Bontang 5 Januari 1969 selalu berusaha menjadi yang terbaik di sekolahnya. Sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga meraih gelar Doktor (S3) di Rheinischen Friedrich Wlhems Universitaet Bonn, Germany, Kamaruddin selalu mampu menjadi yang terbaik. Untuk kehidupan sehari-hari, pria satu anak ini terus mengingat pesan ibunya untuk selalu bisa menyempatkan diri bersama keluarga. Hal ini dibuktikan saat libur, Kamaruddin selalu mengajak anak istrinya berjalan-jalan keluar kota atau hanya sekadar kumpul dan menghabiskan waktu di rumah. ?Ya, kalau soal bagi waktu bersama keluarga, saya selalu menyempatkan diri untuk bersama mereka. Terutama saat libur. Apalagi saya dari Senin hingga Jum?at, waktu tersita untuk bekerja di kantor," ujarnya. "Pokoknya, setiap ada kesempatan, saya selalu pergunakan bermain bersama keluarga. Dan biasanya, kami hanya jalan-jalan atau menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah saja,? kata pria murah senyum ini saat ditemui seorang tim UIN Online, Rabu (23/06/2010). Penikmat Futsal Rutinitas keseharian selain bekerja, Kamaruddin adalah penikmat olahraga bulutangkis dan futsal. Dan hal yang rutin dilakukan setiap hari adalah jalan-jalan pagi usai salat subuh. Karena selalu jalan subuh, ia sangat menikmati taman di komplek perumahan tempat ia tinggal. Sementara itu makanan favorit, Kamaruddin lebih menyukai makanan tradisional dan tidak memilih-milih makanan. Baginya, semua jenis makanan sama saja, tidak perlu mahal tapi yang penting sehat dan berkualitas. Saat ditanya soal cita-cita, pria jebolan pesantren As-Adiyah Sengkan ini ingin menjadi seorang ulama/kyai. Ia mulai serius ketika ia menjalani studi program doktor di Jerman. ?Dulu waktu kuliah S3 di Jerman, teman-teman menjadikan saya sumber informasi. Dan saya menjadi seorang mubalig, yang sering memberikan ceramah keliling dan pengajian di Eropa. Buat saya, sangat asyik berislam di Eropa sana,? ungkapnya. Buku Islam Buku-buku klasik yang bernuansa serius, serta sejarah awal Islam adalah buku favoritnya. Membaca pun sudah menjadi hobi dan rutinitasnya yang tak bisa dilewatkan. Baginya, membaca buku adalah suatu keharusan yang tak bisa ditinggalkan. Hingga, menurut alumni SD Inpres 003 Santan Tengah Kecamatan Bontang ini, merasa ada sesuatu yang hilang dalam dirinya jika tak membaca buku. Prestasi demi prestasi pun ia raih lewat berbagai lomba yang diikutinya. Ia tak pernah menjadi runner up pada lomba mengaji dan azan antar-desa yang ia ikuti. ?Saya selalu mengikuti perlombaan mengaji dan azan antar-desa. Dan Alhamdulillah, saya selalu meraih juara pertama di setiap perlombaan yang saya ikuti,? tambahnya. Kamaruddin yang menyenangi semua pekerjaan yang dilakoninya, tidak pernah membeda-bedakan dalam memilih teman. Alumni Fakultas Adab dan Humaniora Jurusan Sastra Arab IAIN Alauddin ini, sangat menghargai setiap rekan kerjanya. Selain itu, ia pun bangga memiliki keluarga besar. (*)
Previous Post Mahasiswa UIN Makassar Jadi Pembicara Pada Halal Tourism
Next Post Dr. Kaswad Sartono: Ilaikal Mashir, kita akan kembali ke titik semula.