Dosen HI UIN Alauddin Wakili Indonesia dalam Forum Kemitraan Global South di Tiongkok
UIN Alauddin Online — Dosen Program Studi Hubungan Internasional (HI), Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makassar, Aspin Nur Arifin Rivai, S.IP., M.Si., terpilih menjadi salah satu delegasi Pemerintah Republik Indonesia dalam forum kemitraan Global South yang berlangsung di Jinhua dan Shanghai, Tiongkok.
Pertemuan internasional selama 13 hari tersebut mengusung tema Global Development Initiative and Education Cooperation. Forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai pembangunan global dan penguatan kerja sama pendidikan antarnegara di kawasan Global South.
Bagi Aspin, keikutsertaan dalam forum tersebut relevan dengan bidang riset yang selama beberapa tahun terakhir ditekuninya, khususnya China’s Rise atau kebangkitan Tiongkok dalam dinamika politik dan hubungan internasional global. Forum ini memberinya kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai hubungan antara agenda pembangunan, kerja sama pendidikan, dan dinamika geopolitik kontemporer.
“Forum ini menjadi kesempatan berharga untuk melihat secara langsung bagaimana kerja sama pembangunan dan pendidikan dibicarakan dalam perspektif negara-negara Global South. Bagi saya, pengalaman ini juga memperkaya pemahaman tentang posisi Tiongkok dalam dinamika hubungan internasional kontemporer,” ujar Aspin.
Ia menjelaskan, perkembangan Tiongkok sebagai salah satu kekuatan global menghadirkan berbagai dinamika yang menarik untuk dikaji, terutama dalam kaitannya dengan kerja sama antarnegara berkembang dan perubahan tatanan internasional. Karena itu, forum semacam ini penting untuk mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman dan praktik kerja sama di tingkat internasional.
Selain memperdalam wawasan keilmuan, partisipasi tersebut juga membuka peluang bagi Aspin untuk memperluas jejaring akademik dan bertukar gagasan dengan berbagai pihak mengenai tantangan pembangunan global. Menurutnya, keterlibatan akademisi Indonesia dalam forum internasional menjadi kesempatan untuk memperkaya perspektif sekaligus berkontribusi dalam diskusi mengenai isu-isu strategis global.
“Pengalaman ini diharapkan tidak berhenti pada partisipasi dalam forum internasional, tetapi juga dapat dibawa ke lingkungan akademik, baik melalui proses pembelajaran maupun pengembangan riset. Dengan begitu, wawasan yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi pengembangan keilmuan di Program Studi Hubungan Internasional UIN Alauddin Makassar,” tambahnya.
Sebelumnya, Aspin juga pernah mengikuti postgraduate course yang diselenggarakan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS), yayasan politik asal Jerman. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademiknya dalam memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas di bidang hubungan internasional.
Partisipasi Aspin dalam forum kemitraan Global South diharapkan turut memperkuat pengembangan kajian hubungan internasional di UIN Alauddin Makassar. Perspektif yang diperoleh dari forum tersebut berpotensi memperkaya proses pembelajaran dan penelitian, terutama dalam memahami kebangkitan kekuatan global.