Gambar Wakil Rektor I UIN Alauddin Masuk dalam 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031

Wakil Rektor I UIN Alauddin Masuk dalam 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031

UIN Alauddin Online — Kualitas pendidikan pesantren tidak cukup diukur dari proses pembelajaran dan kelulusan santri. Kontribusi alumni setelah kembali ke tengah masyarakat juga menjadi bagian penting yang perlu diperhitungkan. Perspektif ini disampaikan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, saat mengukuhkan 15 anggota Majelis Masyayikh masa khidmat 2026–2031, Senin (2/11/2026).

Salah satu anggota yang dikukuhkan adalah Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Kamaluddin Abunawas, M.Ag. Ia bergabung bersama 14 tokoh lainnya dari berbagai pesantren dan latar belakang keilmuan.

Dalam arahannya, Nasaruddin meminta Majelis Masyayikh merumuskan sistem penilaian mutu pesantren yang mencakup empat aspek: input, output, outcome, dan impact. Keempatnya perlu menjadi kerangka untuk melihat kualitas pendidikan sejak penerimaan santri hingga manfaat yang dihasilkan setelah mereka menyelesaikan pendidikan.

"Kita juga perlu melihat impact-nya, kemanfaatan alumni dan santri kita di tengah masyarakat, seperti apa. Karena itu input, output, outcome, dan impact, perlu kita rumuskan bersama supaya lebih konkret," ujar Menag.

Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan stakeholders atau pihak-pihak yang berkepentingan dengan keberadaan pesantren, termasuk mereka yang akan memanfaatkan lulusan dan kontribusi lembaga tersebut.

Menurut Nasaruddin, pesantren memiliki dimensi sosial yang dapat mempertemukan pemerintah dan masyarakat melalui peran santri maupun alumninya.

"Pesantren ini punya dimensi sosial. Tentu pemerintah juga harus menjadi objeknya, bagaimana pesantren memberikan kontribusi kepada pemerintah dan masyarakat. Jadi, santri itu bisa menjadi meeting point antara pemerintah dan masyarakat secara informal," pungkasnya.

Selain Prof. Kamaluddin, 14 anggota Majelis Masyayikh lainnya yang dikukuhkan adalah Dr. (H.C.) Lukman Hakim Saifuddin, Nyai Dra. Hj. Badriyah Fayumi, Lc., M.A., Dr. K.H. Ahmad Taufiq, M.Si., Dr. H. Muhbib, M.A., Dr. K.H. A. Musta’in Syafi’ie, M.Ag., K.H. Abdul Ghofarrozin, M.Ed., Dr. K.H. M. Holil, M.Pd., K.H. A. Fadlullah Turmudzi, M.Pd., Hj. Ade Naelul Huda, Lc., M.A., Ph.D., Dr. K.H. M. Wafiyul Ahdi, S.H., M.Pd.I., Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., Assoc. Prof. Dr. K.H. M. Ilyas Marwal, M.M., D.E.S.A., Tgk. H. Faisal M. Ali, S.Sos.I., M.Pd., dan K.H. M. Iffatul Lathoif, S.Ag.

Pengukuhan ini menjadi ruang keterlibatan para tokoh lintas pesantren dan keilmuan dalam merumuskan arah peningkatan mutu pendidikan pesantren di Indonesia.

Previous Post OJK Mengajar, UIN Alauddin dan OJK Buka Ruang Belajar Keuangan Syariah
Next Post OJK Ingatkan Mahasiswa UIN Alauddin soal Paylater dan Risiko Riwayat Kredit