Gambar Rekognisi Internasional, Rektor UIN Alauddin Makassar Dorong Dosen Raih Gelar Guru Besar

Rekognisi Internasional, Rektor UIN Alauddin Makassar Dorong Dosen Raih Gelar Guru Besar

UIN Alauddin Online - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, mendorong para dosen untuk meraih gelar Guru Besar. 

Pernyataan ini disampaikan oleh penulis buku "Melawan Takdir" tersebut saat memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di gedung Rektorat, Senin, 20 Mei 2024.

Dalam arahannya, Prof. Hamdan menyampaikan dengan penuh semangat tentang pentingnya kenaikan jabatan dan kepangkatan dosen. 

"Kita akan dukung bagaimana caranya supaya teman-teman bisa mengurus kenaikan jabatan dan kepangkatan atau golongan. Urus, tidak ada ruginya kita cepat menjadi Guru Besar," tegasnya.

Prof Hamdan menjelaskan bahwa semakin cepat proses kenaikan jabatan diurus, semakin besar manfaatnya bagi lembaga. 

"Mimpi kita saat ini adalah semua program studi memiliki Guru Besar untuk kepentingan akreditasi internasional," ujarnya.

UIN Alauddin Makassar saat ini telah mencapai predikat unggul, dan program studi sedang bergerak menuju predikat yang sama. 

"Kita pastikan semua program studi memiliki Guru Besar untuk kepentingan akreditasi internasional. Jika institusi kita sudah unggul, tidak ada pilihan kecuali kita bisa mengurus akreditasi internasional karena kita sudah melampaui standar nasional pendidikan tinggi dengan diraihnya predikat unggul ini," jelas Prof. Hamdan.

Prof. Hamdan juga menekankan bahwa memiliki lebih banyak Guru Besar akan sangat menguntungkan bagi semua pihak. 

"Semua menguntungkan jika semua menjadi Guru Besar, olehnya itu jangan terlena," pesannya kepada para dosen.

Dengan dorongan ini, diharapkan para dosen UIN Alauddin Makassar termotivasi untuk segera meraih gelar Guru Besar, demi peningkatan kualitas institusi dan pencapaian akreditasi internasional.

Previous Post Ramah Tamah FAH UIN Alauddin, Dekan Minta Alumni Kontribusikan Ilmu kepada Masyarakat
Next Post Teliti Peran Literasi Kitab Kuning, Dosen BSA Lakukan Penelitian di Pondok Pesantren Al Muayyad Solo