Gambar PUKISTEK Kembali adakan FGD terkait Integrasi Keilmuan

PUKISTEK Kembali adakan FGD terkait Integrasi Keilmuan

UIN Online - Untuk kedua kalinya, Pusat Kajian Islam, Sains dan Teknologi (PUKISTEK) LP2M mengadakan Focus Grup Discussion terkait Integrasi Keilmuan. FGD yang yang bertempat di Hotel Swiis Bell Makassar ini merupakan kelanjutan FGD yang telah dilaksanakan oleh PUKISTEK sebelumnya. FGD ke dua ini mengambil topik “Mematangkan Model dan Implementasi Integrasi Ilmu di UIN Alauddin.

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Kajian Islam dan Teknologi (PUKISTEK) Wahyuddin Halim, Ph.D menyebutkan bahwa terkait dengan pola integrasi keilmuan di kampus Islam dalam lingkup kementrian agama di Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman. Dalam artian kampus bebas mendesain sendiri model integrasi keilmuannya. Namun setidaknya ada enam core values yang disepakati dalam integrasi keilmuan yakni intelektualisme, intelegensia, keterbukaan, kekinian, keindonesian dan kesalehan.

Dalam kesempatan ini, Wahyuddin Halim yang juga merupakan salah tim penyusun Pedoman Implementasi Integrasi Ilmu di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) membagikan ebook Pedoman Implementasi Integrasi Ilmu di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang dikelurkan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementrian Agama Republik Indonesia tahun 2019. Pedoman ini diharapkan dapat menjadi rujukan implementasi Integrasi Keilmuan di kampus kampus di bawah naungan Kementrian Agama.

Hadir dalam kegiatan ini para dosen lintas disiplin dari berbagai Fakultas di Kampus UIN Alauddin Makassar. Hadir pula Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Prof. Dr. H. , Prof. Dr. H. Muh. Ramli. M.Si serta Direktur Pascasarjana UIN Alauddin, Prof. Dr. H. M. Galib, MA.

Di antara rumusan dari FGD ini bahwa dianggap penting untuk segera melakukan finalisasi terkait integrasi keilmuan di kampus UIN Alauddin. Juga dipandang perlu untuk pembuatan Buku Daras Integrasi Keilmuan. Hal lain yang sempat terlontar adalah kemungkinan pendirian Pusat Studi Integrasi Keilmuan seperti yang telah direncanakan oleh kampus lainnya di luar UIN Alauddin.

Previous Post UIN Alauddin Gelar Virtual Farewell Party untuk Konjen Australia Richard Mathews
Next Post LP2M UIN Alauddin Makassar Salurkan Paket Bantuan untuk Korban Bencana Alam di Jeneponto