Gambar LP2M UIN Alauddin Serahkan Buku Riset tentang Kerukunan Masyarakat Adat Kaluppini

LP2M UIN Alauddin Serahkan Buku Riset tentang Kerukunan Masyarakat Adat Kaluppini

UIN Alauddin Online — Hasil penelitian tentang sistem ruang dan relasi sosial masyarakat adat Kaluppini, Kabupaten Enrekang, didorong agar tidak berhenti sebagai publikasi akademik. Melalui monitoring riset MoRA The Air Funds Tahun 2025, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Alauddin Makassar menyerahkan buku hasil penelitian kepada pemangku kebijakan, lembaga perpustakaan, dan perwakilan masyarakat adat, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan yang dipimpin Ketua LP2M UIN Alauddin, Dr. Hj. Rosmini Amin, M.Th.I., tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap hasil riset sekaligus mendukung dokumentasi dan pelestarian pengetahuan lokal masyarakat adat Kaluppini.

Buku penelitian diserahkan kepada anggota DPR RI Komisi X, Drs. H. Muslimin Bando, M.Pd.; Perpustakaan Daerah Kabupaten Enrekang yang diwakili Dr. Irsan, M.IP.; serta masyarakat adat Kaluppini yang diwakili Taufik Syahrandi, Koordinator Pemuda Sa'pulo Tallu Kaluppini.

Rosmini Amin menegaskan bahwa penelitian perguruan tinggi semestinya memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, monitoring tidak hanya menjadi sarana melihat pelaksanaan riset, tetapi juga mendorong agar hasilnya dapat diakses dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak.

“Riset tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah. Hasilnya harus dapat diakses, dikembangkan, dan dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal,” ujarnya.

Penelitian yang dipimpin Dr. Ir. Ar. Zulkarnain AS, S.T., M.T., IAI, mengangkat tema “Manifestasi Trilogi Kerukunan dalam Sistem Ruang dan Relasi Sosial Masyarakat Adat Kaluppini.” Kajian tersebut menelaah keterkaitan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam yang tercermin dalam tata ruang serta kehidupan sosial masyarakat adat.

Zulkarnain menjelaskan, Kaluppini menyimpan pengetahuan lokal yang diwariskan antargenerasi melalui tata ruang, nilai sosial, dan tradisi masyarakat. Pengetahuan tersebut perlu didokumentasikan dan disebarluaskan agar tetap dikenal serta dapat dipelajari oleh generasi berikutnya.

“Melalui penelitian ini, kami ingin menunjukkan bahwa ruang dan tradisi masyarakat adat bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan mengandung nilai dan pengetahuan yang penting bagi kehidupan masa kini. Dokumentasi hasil riset diharapkan turut mendukung pelestarian budaya Kaluppini,” jelasnya.


Penyerahan buku kepada unsur pemerintah, lembaga perpustakaan, dan perwakilan masyarakat adat diharapkan memperluas pemanfaatan hasil penelitian di luar lingkungan akademik. Upaya ini sekaligus membuka ruang bagi penguatan literasi budaya dan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pengetahuan lokal.

Previous Post FAH UIN Alauddin Gelar Rapat Kordinasi, Perkuat Sinergi Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama
Next Post HMJ Akuntasi UIN Alauddin Gelar Debat Accounting Fair 2026, Uji Gagasan Akuntansi Hijau