Gambar HMJ Akuntasi UIN Alauddin Gelar Debat Accounting Fair 2026, Uji Gagasan Akuntansi Hijau

HMJ Akuntasi UIN Alauddin Gelar Debat Accounting Fair 2026, Uji Gagasan Akuntansi Hijau

UIN Alauddin Online — Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJ-Ak), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar menghadirkan kompetisi debat antarmahasiswa melalui Lomba Debat Accounting Fair 2026 yang berlangsung di Aula FEBI UIN Alauddin, Rabu–Kamis (21–22/10/2026). 

Tim IBUPROFEN dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) keluar sebagai juara pertama setelah bersaing dengan 12 tim dari UNHAS, Universitas Negeri Makassar (UNM), dan UIN Alauddin Makassar.

Kompetisi yang menjadi bagian dari Accounting Fair 2026 bertema “REGENESIS” ini mempertemukan mahasiswa untuk menguji ketajaman analisis, kemampuan berpikir kritis, dan kekuatan argumentasi dalam merespons persoalan aktual di bidang akuntansi dan bisnis.

Persaingan mengantarkan empat tim ke babak akhir, yakni IBUPROFEN UNHAS, AMOTITUT UIN Alauddin Makassar, PDS HORIZON UNM, dan APEX UNHAS. Hasil akhir menempatkan IBUPROFEN sebagai juara pertama, disusul AMOTITUT sebagai juara kedua, PDS HORIZON di posisi ketiga, dan APEX sebagai juara harapan.

Ketua HMJ Akuntansi FEBI UIN Alauddin Makassar, Muh. Fuad Agung, mengatakan kompetisi ini dirancang bukan sekadar untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga mengembangkan kemampuan intelektual dan keberanian mahasiswa dalam menyampaikan gagasan.

“Melalui kompetisi ini, kami ingin menghadirkan ruang akademik yang mendorong mahasiswa berani menyampaikan gagasan, menguji argumentasi, dan melihat persoalan dari berbagai perspektif. Debat bukan hanya tentang memenangkan pertandingan, tetapi juga tentang membangun pola pikir kritis dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Salah satu isu yang menjadi bahan perdebatan ialah penerapan green accounting atau akuntansi hijau sebagai prasyarat perizinan operasional perusahaan di Indonesia. Peserta juga mendiskusikan prioritas pembiayaan pemulihan lingkungan dibandingkan pembagian laba kepada pemegang saham bagi perusahaan yang memiliki dampak lingkungan signifikan.

Fuad menjelaskan, pemilihan isu tersebut bertujuan memperluas pemahaman mahasiswa mengenai tantangan akuntansi kontemporer, terutama hubungan antara kepentingan ekonomi, tanggung jawab perusahaan, dan keberlanjutan lingkungan.

“Mahasiswa akuntansi harus mampu memahami bahwa keputusan bisnis memiliki konsekuensi yang luas. Karena itu, kami berharap kegiatan ini melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial dan lingkungan,” tambahnya.

Menurut Fuad, pembahasan isu green accounting menegaskan bahwa akuntansi tidak hanya berkaitan dengan pencatatan transaksi dan pelaporan keuangan, tetapi juga menyangkut transparansi, akuntabilitas, serta tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan.

Melalui Accounting Fair 2026 bertema “REGENESIS”, HMJ Akuntansi FEBI UIN Alauddin Makassar berharap mahasiswa semakin terampil berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, dan merumuskan gagasan yang relevan dengan tantangan dunia bisnis serta keberlanjutan lingkungan.

Previous Post FAH UIN Alauddin Gelar Rapat Kordinasi, Perkuat Sinergi Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama
Next Post Dekan FSH UIN Alauddin Dorong Transformasi Ushul Fikih dalam Simposium Internasional di Maroko