Gambar CBP Rupiah dan QRIS: UIN Alauddin Bekali Mahasiswa Kecakapan Finansial

CBP Rupiah dan QRIS: UIN Alauddin Bekali Mahasiswa Kecakapan Finansial

UIN Alauddin Online — Kemudahan bertransaksi secara digital perlu diimbangi dengan kecakapan mengelola keuangan. Mahasiswa tidak cukup hanya memahami cara menggunakan teknologi pembayaran, tetapi juga perlu memastikan keamanan transaksi dan mengatur pengeluaran sesuai kemampuan finansial.

Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar dan Sosialisasi bertema Edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah dan QRIS yang berlangsung di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi UIN Alauddin Makassar dan Bank Indonesia, yang diprakarsai oleh Lembaga Pemeriksa Halal UIN Alauddin Makassar.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Muhammad Khalifah Mustami, M.Pd., saat membuka kegiatan menekankan pentingnya literasi keuangan bagi mahasiswa, terutama di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong pengeluaran tanpa perhitungan matang.

Ia mengingatkan mahasiswa agar memastikan kecukupan saldo dan memeriksa identitas penerima sebelum menyelesaikan transaksi menggunakan QRIS. Kelalaian dalam bertransaksi dapat menimbulkan kerugian, terlebih jika kemudahan pembayaran tidak disertai pemahaman mengenai risiko dan pengelolaan keuangan.


Menurutnya, kecerdasan finansial tidak berhenti pada kemampuan membelanjakan uang, tetapi juga mencakup kecakapan mengatur dana yang dimiliki. Hal ini penting bagi mahasiswa yang masih mengandalkan kiriman orang tua untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Jangan hanya pandai menghabiskan uang, tetapi anak-anakku harus lebih pandai mencari uang. Dan harus lebih penting lagi dibanding mencari uang adalah mengelola keuangannya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas dukungan beasiswa bagi mahasiswa UIN Alauddin Makassar. Ia berharap dukungan tersebut dapat diperluas sehingga semakin banyak mahasiswa memperoleh manfaat.

Kegiatan ini turut menghadirkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, yang memaparkan outlook perekonomian global, nasional, dan Sulawesi Selatan, termasuk tantangan yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga.

Ia menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik global, perubahan harga komoditas, serta tekanan terhadap nilai tukar menjadi sejumlah faktor yang perlu dicermati. Kondisi tersebut turut memengaruhi perekonomian Indonesia dan daerah, termasuk melalui kenaikan harga sejumlah kebutuhan masyarakat.

Di Sulawesi Selatan, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2026 berada pada kisaran 5,5–6,3 persen. Pada 2027, pertumbuhan diperkirakan meningkat menjadi 5,6–6,4 persen. Meski demikian, risiko seperti fenomena El Niño, ketidakpastian global, dan tekanan harga pangan tetap perlu diantisipasi.


Rizki juga menyoroti perkembangan inflasi Sulawesi Selatan hingga September 2026. Sejumlah komoditas, terutama cabai rawit, ikan bandeng, bensin nonsubsidi, dan beras, menjadi penyumbang kenaikan harga. Kondisi ini menunjukkan pentingnya menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan produktivitas dan pasokan pangan.

Melalui edukasi CBP Rupiah dan QRIS, mahasiswa diajak memahami pentingnya menghargai rupiah, mengenali fungsi dan karakteristik uang, serta memanfaatkan sistem pembayaran digital secara bijak. Literasi ini relevan bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, karena pengelolaan keuangan dan keamanan transaksi merupakan bagian dari kebutuhan sehari-hari.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menambah pemahaman mahasiswa tentang sistem pembayaran, tetapi juga mendorong kebiasaan finansial yang lebih bertanggung jawab, mulai dari mengenali risiko transaksi hingga menyesuaikan pengeluaran dengan kebutuhan dan kemampuan.

Reporter: Nadia Shafira - Mahasiswa Magang Humas UIN Alauddin Makassar

Previous Post Pelantikan Perencana Madya, UIN Alauddin Perkuat Sinkronisasi Data dan Tata Kelola Kampus
Next Post Mahasiswi Prodi Ekonomi Islam UIN Alauddin Raih Best Intelligence Halal Ambassador Sulsel 2026