Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Dalami Praktik Kehumasan di RRI Makassar
UIN Alauddin Online—Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mendalami praktik kehumasan di dunia kerja melalui kunjungan akademik ke Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Makassar, Selasa (27/10/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Manajemen Public Relations yang diampu A. Dian Fitriana Eka Putri, S.I.Kom., M.I.Kom. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berkesempatan memahami secara langsung pengelolaan komunikasi, pelaksanaan fungsi kehumasan, serta peran Public Relations (PR) dalam mendukung aktivitas organisasi.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa melakukan wawancara dengan Dwiki Akbar, A.Md. dan Jusmarkurniawansyah, S.PT., M.AP. Diskusi membahas pelaksanaan fungsi kehumasan di LPP RRI Makassar, mulai dari pengelolaan komunikasi dan pemeliharaan reputasi lembaga hingga peran PR dalam membangun hubungan dengan publik dan mitra eksternal.
Dwiki Akbar menjelaskan bahwa fungsi Public Relations tidak hanya berorientasi pada pembentukan citra positif, tetapi juga mencakup pengelolaan komunikasi yang efektif antara lembaga dan masyarakat. Menurutnya, pelaksanaan fungsi kehumasan perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan organisasi.
“Public Relations tidak hanya bertugas membangun citra positif dan menjaga reputasi lembaga, tetapi juga memastikan komunikasi dengan publik berjalan dengan baik. Dalam praktiknya, fungsi kehumasan perlu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi,” jelasnya.
Salah satu hal menarik yang diperoleh mahasiswa dalam wawancara tersebut ialah keterkaitan fungsi kehumasan dengan Layanan Pengembangan Usaha (LPU). Di LPP RRI Makassar, cakupan kegiatan ini meliputi pencarian mitra usaha, penawaran layanan, serta koordinasi kerja sama dengan pihak eksternal.
Seementara itu, Jusmarkurniawansyah menerangkan bahwa praktik Public Relations di dunia kerja memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar membangun citra dan menjaga reputasi. Keterlibatan dalam pengembangan kemitraan dan layanan menjadi bagian dari aktivitas kelembagaan yang mendukung keberlangsungan organisasi.
“Di dunia kerja, selain menjalankan fungsi komunikasi dan membangun hubungan dengan publik, dalamPublic Relations juga ada aspek pengembangan usaha, seperti menjalin kemitraan, menawarkan layanan, dan mengoordinasikan kerja sama dengan pihak eksternal,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa aktivitas kemitraan dan pengembangan layanan berkaitan dengan upaya mendukung operasional serta meningkatkan penerimaan lembaga sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini memperlihatkan bahwa praktik kehumasan dapat bersinggungan dengan aspek pengembangan usaha, bergantung pada struktur dan kebutuhan organisasi.
Melalui kunjungan akademik ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi FDK UIN Alauddin Makassar diharapkan semakin memahami dinamika profesi Public Relations, terutama dalam pengelolaan komunikasi, pemeliharaan reputasi, dan pembangunan hubungan dengan mitra.