Gambar Riswan dan Aisyah Terpilih sebagai Duta Kampus UIN Alauddin 2026

Riswan dan Aisyah Terpilih sebagai Duta Kampus UIN Alauddin 2026

UIN Alauddin Online — Menjadi duta kampus bukan semata-mata soal tampil di panggung atau menyandang gelar. Bagi Riswan dan Aisyah Maharani Ramli, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, peran tersebut juga berkaitan dengan kontribusi, pendidikan, dan manfaat yang bisa diberikan kepada masyarakat.

Keduanya terpilih sebagai winner Duta Kampus UIN Alauddin Makassar 2026 dalam ajang yang berlangsung di Auditorium UIN Alauddin Makassar, Senin (19/10/2026). Kemenangan itu mengantarkan mereka untuk melanjutkan langkah ke Pemilihan Duta Kampus Sulawesi Selatan 2027.

Founder Duta Kampus UIN Alauddin Makassar, Ahmad Nur, mengatakan penyelenggaraan tahun ketiga ajang tersebut semakin membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari figur di bidang pageant dan kebudayaan hingga perguruan tinggi di Sulawesi Selatan.

“Alhamdulillah, tahun ini merupakan tahun ketiga Duta Kampus UIN Alauddin Makassar. Kami dapat berkolaborasi dengan pihak luar biasa, seperti Puteri Indonesia Sulawesi Selatan, Duta Kampus Sulawesi Selatan, Mister Culture Universe Internasional, serta berbagai universitas di Sulawesi Selatan. Semoga wadah ini terus berkembang melalui keilmuan, prestasi, pengalaman, dan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Bagi Riswan, ukuran keberhasilan seorang duta tidak berhenti pada pencapaian pribadi ataupun sejauh mana ia melangkah dalam sebuah kompetisi. Ia ingin memanfaatkan peran tersebut untuk memperkenalkan potensi kampus, membangun kolaborasi, dan menghadirkan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat.

“Keberhasilan seorang duta bukan hanya tentang seberapa jauh ia melangkah membawa nama almamater, tetapi juga tentang seberapa besar nilai dan manfaat yang dapat ia berikan,” ungkap Riswan.

Pandangan serupa tentang kontribusi juga terlihat dalam motivasi Aisyah Maharani Ramli. Pengalamannya menjadi tutor les Bahasa Inggris bagi anak-anak membuatnya melihat pendidikan dan berbagi ilmu sebagai bagian penting dari pengabdian. Baginya, kesempatan menjadi duta perlu diikuti tindakan nyata, bukan berhenti pada kebanggaan atas gelar yang diraih.

“Saya ingin menjadikan UIN Alauddin Makassar bukan hanya nama yang saya banggakan, tetapi juga nilai yang saya hidupkan melalui tindakan. Bagi saya, panggung bukan hanya tempat untuk menunjukkan siapa diri kita, tetapi ruang untuk memperjuangkan apa yang kita yakini,” tutur Aisyah.

Dengan terpilihnya Riswan dan Aisyah, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan gagasan tersebut ke dalam peran yang lebih luas. Langkah menuju tingkat Sulawesi Selatan menjadi kesempatan bagi keduanya untuk memperkenalkan UIN Alauddin Makassar sekaligus menunjukkan bahwa representasi kampus tidak hanya dibangun melalui penampilan dan pencapaian, tetapi juga melalui gagasan, sikap, dan kontribusi nyata.

Previous Post Pelantikan Perencana Madya, UIN Alauddin Perkuat Sinkronisasi Data dan Tata Kelola Kampus
Next Post Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Dalami Praktik Kehumasan di RRI Makassar