Gambar Bahas Politik dan Kebijakan Maritim Indonesia, Lab Ipol Hadirkan Peneliti LIPI

Bahas Politik dan Kebijakan Maritim Indonesia, Lab Ipol Hadirkan Peneliti LIPI

UIN Online - Laboratorium Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik UIN lauddin Makassar menggelar Kuliah Umum di Lecture Teater Fakultas, Senin (28/10/2019) kemarin.

Kegiatan tersebut bertajuk Politik dan Kebijakan Maritim Indonesia menghadirkan pembicara dari Peneliti Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P-LIPI), Pandu Prayoga, S IP MA.

Dalam pemaparannya, Pandu Prayoga mengatakan, meski presiden RI Joko Widodo tidak menyebutkan bahwa Indonesia sebagai poros maritim dunia dalam pidato kenegaraannya pada pelantikan beberapa waktu lalu, tapi sebagai doktrin dan cita-cita maka harus bergerak maju.

"Jadi, tidak berhenti walaupun kemarin  presiden Joko Widodo tidak mention atau tidak menyebutkan poros maritim dunia dalam pidato kenegaraannya, tetapi sebagai cita-cita sebagai doktrin dia harus bergerak dan terus maju, karena sudah lama kita abai terhadap laut padahal potensi sumber daya alam kita sangat besar dari segi transportasi kita luas," kata Pandu.

"Bayangkan dua per tiga wilayah Asean itu adalah wilayah laut Indonesia, nah potensi potensi ini yang kemudian harus kita kelola dengan benar dengan baik agar masyarakat merasakannya," tambahnya.

Oleh karena itu, lanjut Pandu, poros maritim dunia sebagai doktrin, dan cita cita atau visi serta sebagai rencana pembangunan nasional dan strategi pencapaiannya maka harus koordinasi  antar lembaga Kementerian yang ada dan harus berkesinambungan .

Lebih lanjut, Pandu membeberkan, masa kepemimpinan Joko Widodo pada jilid satu dalam bidang poros maritim dunia ada perubahan. Misalnya, kata dia selama lima tahun ada perubahan pertama transportasi itu bukan cuma parsial laut saja tapi ada juga kesinambungan antara laut dengan udara.

"Selama lima tahun ini ada perubahan pertama transportasi itu bukan cuma parsial laut saja tapi ada juga kesinambungan antara laut dengan udara. Jadi, kesinambungan jalan raya industri sebagainya itu mulai dibangun di zaman Joko Widodo kelihatan tol laut nya. Memang perlu banyak perbaikan ada kritik kanan kiri tidak kemudian mengindikasikan ada kemajuan yang dilakukan presiden Joko Widodo, pada masa periode pertamanya ada kemajuan," terangnya.

Previous Post KPP Pratama Bantaeng dan UIN Alauddin Bakal Kerjasama Dirikan Tax Center
Next Post Tiga Mahasiswa UIN Alauddin Terpilih Ikuti PMMB di Pelindo IV