Gambar 7.736 Peserta Mengikuti UM-PTKIN Panlok UIN Alauddin

7.736 Peserta Mengikuti UM-PTKIN Panlok UIN Alauddin

UIN Online – Kementerian Agama Repubik Indonesia menggelar Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) dengan menggunakan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) secara Daring berlangsung Senin tanggal 3 hingga Kamis 6 Agustus 2020.

Peserta Ujian tersebar di 59 Panitia Lokal PTKIN. Peserta Ujian Masuk Pergurun Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) Panlok Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar tahun 2020 ini diikuti sejumlah 7.736 orang.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Zainut Tauhid Sa'adi saat telekonferensi Virtual di Sekretariat Panitia Nasional Pelaksanaan Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) UM-PTKIN di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu, 05 Agustus 2020 mengatakan, seleksi UM-PTKIN daring ini sebagai ikhtiar bersama di lingkungan Kemenag untuk membangun sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkualitas. Meskipun dilakukan di tengah pandemi dan menggunakan sistem daring, peserta yang mengikuti seleksi meningkat tajam dibandingkan dengan tahun lalu dengan tren pendaftaran 103.444 pada 2018, 122.981 pada 2019 dan 135.444 pada 2020.

“Pelaksanaan secara daring ini dapat menjadi role model untuk pelaksanaan ujian yang efektif dan efisien. Ini sebuah inovasi teknologi yang memudahkan dan pertama dilaksanakan di PTKIN," ujarnya Wamenag.

Pada acara ini dilaporkan lima besar UIN paling diminati, yakni: 1) UIN Alauddin Makasar 24.649; 2) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 24.406; 3) UIN Sunan Gunung Djati Bandung 23.998; 4) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 23.194; dan 5) UIN Sunan Ampel Surabaya 17.020.

Dilaporkan pula lima besar program studi paling diminati, yakni: 1) Hukum Ekonomi Syari`Ah UIN Ar-Raniry Banda Aceh; 2) Ekonomi Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya; 3) Farmasi UIN Alauddin Makasar; 4) Manajemen Keuangan Syariah UIN Sunan Gunung Djati Bandung; dan 5) dan Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis mengatakan, pelaksanaan tes hari pertama berjalan sesuai dengan rencana.  “Alhamdulillah (ujian daring) berjalan lancar. Meskipun ada beberapa peserta yang terkendala pada jaringan dan signal yang kurang baik,” ujarnya usai meninjau pelaksanaan pengawasan UM PTKIN, di Laboratorium Komputer Fak. Sains & Teknologi UIN Alauddin Makassar, Senin (3/8).

Prof Hamdan Juhannis juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan masyarakat karena UIN Alauddin Makassar menempati tempat teratas paling diminati pada Jalur UM-PTKIN 2020 dengan jumlah peminat 24.649.

“Tes daring penerimaan mahasiswa baru ini juga pertama di Indonesia. Karena kondisi pandemi, kita (PTKIN) berupaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan melaksanaan tes secara daring, agar tidak terjadi kerumunan massa,”ucapnya.

Ia memastikan, tes daring sudah dipersiapkan secara maksimal baik dalam sistem, server, kondisi jaringan, maupun pengawasan. Sebelumnya juga telah dilaksanakan uji coba yang telah berlangsung pada 23-27 Juli lalu.

Kassubag Humas UIN Alauddin Makassar Ismi Sabariah menambahkan, bagi peserta yang mengalami kendala, seperti jaringan internet, ataupun hal mendesak lainnya harus melaporkan di aplikasi sapa.umptkin.ac.id.

Syaratnya peserta harus lapor di aplikasi sapa.umptkin.ac.id https://sapa.um-ptkin.ac.id,”tambahnya.

Aplikasi SAPA adalah adalah sebuah sistem administrasi pelayanan dengan teknologi dengan menggunakan protokol OAuth 2.0 untuk mengizinkan pengguna menggunakan layanan dengan menggunakan satu akun pengguna.

Ketua Panitia lokal UM-PTKIN UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Mardan, M.Ag. mengatakan, peserta yang tidak mengikuti test dan gagal Login kurang lebih 3 persen.

"Bagi peserta yang belum login atau ikut ujian, masih diberikan kesempatan untuk ikut ujian susulan," ucap Mardan.

Lebih lanjut, Wakil Rektor bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Alauddin Makassar ini berharap acara ujian masuk ini berjalan dengan sukses.

Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Alauddin Makassar, Dr. Hj. Yuspiani M.Pd. menambahkan, pada hari pertama sebanyak 1.180 orang calon mahasiswa baru yang terdaftar pada Sistem untuk mengikuti SSE.

Pelaksanaan SSE online dilaksanakan tiga sesi setiap harinya. "Setiap sesi terdiri dari sekitar 660 peserta dengan jumlah pengawas sebanyak 33 Ruang per Hari selama empat hari ujian," Yuspiani.

Sementara itu Koordinator Team SSE Panlok UM-PTKIN UIN Alauddin Makassar Nur Afif, ST., MT. menyampaikan bahwa dari 232 Tiket yang masuk pada Aplikasi SAPA https://sapa.um-ptkin.ac.id , yang terakomodir untuk mengikuti Ujian Susulan hari ini Jumat, 7/8/2020 sebanyak 65 orang.

Adapun informasi pengumuman hasil UM-PTKIN akan dilakukan panitia pada 24 Agustus 2020 di laman um-ptkin.ac.id.

Previous Post Ulfiyah Ningsih Mahasiswi FST Raih Juara II Essay di Unimed
Next Post Gelar Webinar Nasional, HMJ SKI Bahas Narasi Sejarah Kebangsaan