Olimpiade Matematika 2026 Tuntas, Strategi Jadi Penentu di Babak Final
UIN Alauddin Online – Penguasaan materi saja tidak cukup untuk memenangkan kompetisi matematika. Ketepatan memilih strategi turut menentukan hasil, terutama ketika kemampuan peserta yang bersaing di babak final relatif berimbang. Hal ini menjadi salah satu pesan dalam penutupan Olimpiade Matematika 2026 bertema PRIME: Promoting Reasoning, Innovation and Mathematical Excellence di Ruang Rapat Senat UIN Alauddin Makassar, Rabu (14/10/2026).
Ketua Jurusan Matematika, Wahidah Alwi, S.Si., M.Si., mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian kompetisi, mulai dari tahap seleksi hingga babak final. Ia menilai peserta yang berhasil mencapai semifinal dan final telah menunjukkan kemampuan matematika yang baik, terlepas dari hasil akhir yang diperoleh.
“Yang sudah ada di babak final itu, saya kira kemampuannya hampir semua sama, cuma hanya pada pemilihan taktiknya,” ujarnya dalam sambutan penutupan.
Menurut Wahidah, babak final tidak hanya menguji kemampuan peserta dalam menyelesaikan soal, tetapi juga menuntut kecermatan menganalisis situasi dan menentukan strategi. Dalam kondisi persaingan yang ketat, kemampuan berpikir cepat dan mengambil keputusan menjadi aspek yang turut memengaruhi hasil kompetisi.
Ia berharap Olimpiade Matematika dapat terus diselenggarakan dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang. Evaluasi terhadap pelaksanaan tahun ini akan menjadi bahan perbaikan, baik dari sisi penyelenggaraan maupun upaya menjangkau lebih banyak peserta.
“Kita akan evaluasi sebaik mungkin supaya tahun depan bisa lebih banyak peserta dan lebih sempurna lagi, kemudian kita akan mendapatkan juara-juara berikutnya, siswa-siswa yang terbaik yang ada di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.
Wahidah juga menyampaikan terima kasih kepada para guru yang telah mendampingi dan mendorong siswa mengikuti kompetisi. Dukungan guru dinilai berperan penting dalam membuka kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan dan menguji hasil belajar mereka melalui persaingan yang sehat.
Bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, ia berpesan agar tetap semangat berlatih dan tidak berkecil hati. Pengalaman mengikuti olimpiade diharapkan menjadi bekal untuk memperbaiki kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Wahidah Alwi kemudian secara resmi menutup rangkaian Olimpiade Matematika 2026 yang diselenggarakan oleh panitia bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar.
Melalui kegiatan ini, Jurusan Matematika berharap semakin banyak siswa di Sulawesi Selatan yang terdorong mengembangkan kemampuan matematika, mengasah penalaran, dan membangun kepercayaan diri dalam berkompetisi.
Penulis: Nadia Shafira - Mahasiswa Magang Humas UIN Alauddin Makassar