Gambar FST UIN Alauddin Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran, Tendik Praktik Gunakan APAR

FST UIN Alauddin Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran, Tendik Praktik Gunakan APAR

UIN Alauddin Online— Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar memperkuat kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran dengan membekali tenaga kependidikan dan pengelola laboratorium keterampilan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Edukasi dan simulasi pemadaman kebakaran tersebut berlangsung di Lecture Theater (LT) FST, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Penanganan dan Pemadaman Bencana Kebakaran ini diikuti ketua dan sekretaris jurusan, ketua laboratorium, serta tenaga kependidikan ASN, baik PNS maupun PPPK, di lingkungan FST. Menghadirkan narasumber dari PT Servvo Fire Indonesia dan PT Indoprotek Jaya Cemerlang.

Dekan FST UIN Alauddin Makassar, Ar. Fahmyddin A’raaf Tauhid, S.T., M.Arch., Ph.D., IAI, menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi kebakaran merupakan tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika, bukan hanya petugas keamanan atau pengelola fasilitas fakultas.

Menurutnya, lingkungan perkuliahan, perkantoran, dan laboratorium memiliki potensi risiko kebakaran yang perlu diantisipasi. Terlebih, aktivitas laboratorium melibatkan penggunaan bahan kimia dan peralatan listrik yang membutuhkan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan.

“Keselamatan di lingkungan kampus harus menjadi perhatian bersama. Kita tidak boleh menunggu terjadi kebakaran baru menyadari pentingnya kesiapsiagaan,” ujarnya.

Fahmyddin menekankan pentingnya memastikan setiap warga fakultas tidak hanya mengetahui keberadaan APAR, tetapi juga memiliki keterampilan menggunakannya dalam situasi darurat.

Dalam sesi edukasi, narasumber memperkenalkan berbagai jenis APAR, fungsi, serta prosedur penggunaannya. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai klasifikasi kebakaran berdasarkan material yang terbakar dan pemilihan media pemadam yang sesuai agar penanganan dapat dilakukan secara efektif dan aman.

Edukasi kemudian dilanjutkan dengan simulasi pemadaman api di lapangan dekat masjid. Dalam praktik tersebut, peserta mendapat kesempatan mengoperasikan APAR jenis powder atau serbuk kimia kering dengan pendampingan langsung dari narasumber.

Dua tenaga kependidikan Jurusan Kimia, Andi Nurahma, S.Si., dan Ahmad Yani, S.Si., turut mempraktikkan penggunaan alat pemadam tersebut. Keduanya belajar mengoperasikan tabung APAR, mengarahkan semburan ke pangkal api, serta menjaga jarak aman selama proses pemadaman.

Andi Nurahma mengaku simulasi tersebut memberikan pengalaman baru karena selama ini dirinya lebih banyak mengenal APAR dari sisi teori dan lokasi penempatannya di laboratorium.

“Ternyata saat benar-benar memegang tabungnya, kita harus tenang dan tahu urutan langkahnya. Pengalaman ini membuat saya lebih percaya diri dalam mengoperasikan alat ini. Harapannya, semoga alat ini tidak digunakan,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Yani menilai praktik langsung membuat peserta lebih memahami mekanisme penggunaan APAR sekaligus pentingnya menyesuaikan jenis alat pemadam dengan klasifikasi kebakaran.

Menurutnya, keterampilan tersebut sangat dibutuhkan, terutama bagi tenaga kependidikan yang beraktivitas di laboratorium dengan berbagai bahan kimia yang berpotensi mudah terbakar.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, apalagi di laboratorium kimia yang banyak menggunakan bahan mudah terbakar. Semoga bisa dilaksanakan secara rutin agar kami semakin siap,” tuturnya.

Previous Post Prodi MPI FTK UIN Alauddin Bekali Mahasiswa Keterampilan Analisis Data dengan SPSS
Next Post Tim UIN Alauddin Raih Best Script Award III di Student Video Spotlight Competition AICIS 2026