facebook

twitter

email
Bahasa :
Kamis, 17 Oktober 2019


Rabu, 09 Oktober 2019 | Muh. Aswan


UIN Online - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kerjasama Lembaga Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Alauddin menggelar pelatihan kader ulama 

Pelatihan yang dirangkaikan dengan seminar Nasional yang bertajuk "Kearifan Lokal Dalam Bingkai Tatanan Keberagaman", tersebut berlangsung di Bugis Room Hotel Grand Immawan, Panakukang, Sabtu (05/09/2019).

Prof Dr H Muhammad Ramli M Si mengatakan seminar tersebut merupakan program MUI Sulsel dalam menata keagamaan melalui kearifan lokal.

"Seminar ini adalah kegiatan MUI yang memang sudah menjadi programnya yaitu menyangkut kearifan lokal dalam menata keagamaan Sulsel yang kebetulan diberi amanah kepada LP2M untuk menjalankan," katanya.

Selain itu, ia mengungkapkan program itu dirangkaikan pembukaan pelatihan kader ulama yang diikuti seluruh kabupaten se Sulsel.

Lebih lanjut, Guru Besar Kebijakan Publik Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik itu menjelaskan kearifan lokal masyarakat Sulse perlul untuk diaktualisasikan kembali. Menurutnya, permasalahan yang dihadapi Bangsa ini khususnya di Sulsel, nilai nilai luhur mulai tergeser.

"Kearifan lokal menjadi bagian dari masyarakat Sulsel penting diaktualkan kembali, karena berbagai yang dihadapi bangsa ini, utamanya  di Sulawesi Selatan, nilai nilai luhur kita sudah mulai tergeser oleh karenanya MUI mengambil langkah bagaimana untuk bagaimana mengangkat kembali kearifan lokal ini bagian dari lokal genius masyarakat dulu sehingga nilai nilai keagamaan kita bisa terapkan dengan pendekatan kearifan lokal," terangnya.

Ia menambahkan, pengkaderan ulama tersebut diharapkan dalam menyampaikan dakwah memakai instrumen instrumen kearifan lokal kemudian di sinergikan dengan agama sehingga sangat mudah sampai di masyarakat

Terakhir, ia berharap agar masyarakat Sulsel tidak melupakan sejarah terkait ajaran lokal. "Kita berharap masyarakat Sulawesi Selatan tidak lupa dengan sejarahnya. Memang sejarah orang tua dulu  masih sangat layak untuk kita ungkap kembali. Karena eksistensi daripada nasihat nasihat itu sangat cocok dan selaras dengan agama untuk kita terapkan kembali," ujarnya.

Kegiatan itu, menghadirkan empat pembicara, yakni Ketua Pascasarjana UIN Alauddin Prof Ghalib, Dosen Universitas Hasanuddin Prof Pawenanring Hijjang dan Dr Muhammad Yahya serta Ketua LP2M UIN Alauddin Prof Dr H Muhammad Ramli M Si.

Kotak Komentar


[ Kembali ]

Saat memanfaatkan fasilitas internet kampus anda lebih banyak menggunakannya sebagai sarana:

Pembelajaran
Informasi Kampus
Pertemanan (Situs Jejaring)
Saya Belum Mencobanya

Lihat Hasil Poling
08 Oktober 2016

Oleh : Nursyam Aksa, S.T, M.Si.
Teknik PWK UIN Aauddin Makassar


Dari banyak literatur tentang sejarah ... Selengkapnya



07 September 2016

MENGEMBANGKAN TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI (TIK)

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

Selengkapnya



Artikel Sebelumnya

oleh: Hafsan
16 Oktober 2018

Tenaga pendidik dan peneliti pada Jurusan ... Selengkapnya



oleh: Nur Fadhilah Bahar
28 Desember 2016

Hasrullah, Mahasiswa Polyglot UIN Alauddin

Peraih ... Selengkapnya



kirimkan Opini anda
ke [opini(at)uin-alauddin.ac.id]