Gambar UIN Alauddin Terima Delegasi ITBM-MAPIM Malaysia, Jajaki Kolaborasi Penerbitan

UIN Alauddin Terima Delegasi ITBM-MAPIM Malaysia, Jajaki Kolaborasi Penerbitan

UIN Alauddin Online — Peluang kerja sama penerbitan buku dosen, penerjemahan, dan pengembangan karya ilmiah menjadi bagian dari pembicaraan saat Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, menerima kunjungan delegasi Institut Terjemahan dan Buku Malaysia (ITBM) dan Majlis Penerbitan Ilmiah Malaysia (MAPIM), Kamis (8/10/2026).

Kunjungan kehormatan dan lawatan ilmiah tersebut berlangsung di Ruang Rapat Rektor Kampus II UIN Alauddin Makassar, Kabupaten Gowa. Delegasi yang berkunjung antara lain Noor Amin Ahmad selaku Pengerusi ITBM, Sakri Abdullah, serta Prof. Madya Dr. Siti Rahmah Awang selaku Pengerusi MAPIM.

Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian lawatan kerja delegasi Malaysia di Makassar pada 5–10 Oktober 2026, yang juga mencakup partisipasi dalam UMI-MAPIM-ITBM International Book Fair and Cultural Forum (UMMAT IBCF) 2026 di Universitas Muslim Indonesia pada 6–7 Oktober.

Dalam penyambutan tersebut, Hamdan memperkenalkan jajaran pimpinan UIN Alauddin yang hadir, termasuk para wakil rektor, pimpinan fakultas, serta pimpinan unit dan lembaga. Ia menyampaikan bahwa UIN Alauddin memiliki tradisi penerbitan yang terus berkembang dan terbuka terhadap pertukaran pengalaman dengan institusi yang memiliki kompetensi di bidang penerbitan.

Menurut Hamdan, pengembangan penerbitan perguruan tinggi tidak cukup hanya berorientasi pada produksi buku. Karya akademik juga perlu menjangkau pembaca dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta reputasi institusi.

“Yang sebenarnya kami butuhkan dari ITBM ini, bagaimana penerbitan-penerbitan itu berkontribusi langsung terhadap peningkatan reputasi perguruan tinggi,” ujar Hamdan.

Ia berharap pengalaman ITBM dan MAPIM dapat menjadi referensi bagi UIN Alauddin dalam memperkuat pengelolaan penerbitan, termasuk membuka peluang agar karya para dosen dapat diterbitkan dan menjangkau masyarakat lebih luas.


Noor Amin Ahmad menjelaskan bahwa ITBM bergerak dalam bidang penerjemahan, transliterasi, dan penerbitan buku. Dalam perkembangannya, institusi tersebut juga memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi, industri, dan penulis untuk mengembangkan karya yang memiliki nilai pengetahuan dan dapat menjangkau pembaca.

Sementara itu, Prof. Siti Rahmah Awang memperkenalkan MAPIM sebagai wadah penerbitan ilmiah di Malaysia yang menghimpun 31 organisasi, termasuk penerbit perguruan tinggi negeri dan swasta serta sejumlah institusi lainnya. Jaringan tersebut menjadi salah satu potensi untuk memperluas kerja sama penerbitan lintas institusi.

Dalam diskusi, para pihak juga menyinggung peluang kolaborasi dalam penerbitan karya akademik, penerjemahan, pengembangan literasi, serta pengkajian dan penerbitan naskah lama yang memiliki nilai sejarah dan keilmuan.


Noor Amin berharap kunjungan tersebut menjadi awal dari hubungan yang berkelanjutan antara institusi di Malaysia dan UIN Alauddin Makassar.

Ia menyampaikan harapan agar pertemuan ini tidak menjadi kunjungan terakhir, melainkan menjadi dasar bagi kerja sama yang dapat dikembangkan secara bertahap menjadi program bersama yang lebih luas.

Kunjungan tersebut membuka ruang bagi UIN Alauddin untuk menjajaki kolaborasi dengan jaringan penerbitan Malaysia, terutama dalam memperkuat penerbitan ilmiah dan memperluas jangkauan karya akademik. Peluang tersebut selanjutnya dapat ditindaklanjuti melalui pembicaraan dan program konkret sesuai kebutuhan kedua pihak.

Previous Post Hadapi Tantangan Era Digital, MAPIM Dorong Penerbitan Ilmiah Lebih Adaptif
Next Post DEMA U UIN Alauddin Bukukan Suara HAM dari Indonesia Timur