Gambar PSPD FKIK UIN Alauddin Bekali Mahasiswa Angkatan 2025 untuk Program 1000 HAK

PSPD FKIK UIN Alauddin Bekali Mahasiswa Angkatan 2025 untuk Program 1000 HAK

UIN Alauddin Online — Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar membekali mahasiswa Angkatan 2025 sebelum mengikuti Program 1000 Hari Awal Kehidupan (1000 HAK). Kegiatan berlangsung di Aula PSPD, Kampus I UIN Alauddin Makassar, Sabtu (19/9/2026).

Pembekalan menjadi tahap persiapan mahasiswa untuk mengikuti program pengabdian dan edukasi kesehatan masyarakat yang berfokus pada periode 1000 hari awal kehidupan. Materi mencakup kesehatan ibu dan anak, pendekatan kesehatan masyarakat, integrasi nilai-nilai keislaman, serta teknis pelaksanaan program di lapangan.

Dekan FKIK UIN Alauddin Makassar, Dr. dr. Dewi Setiawati, Sp.OG., M.Kes., mengawali pembekalan dengan materi “Penguatan Materi Health”. Ia menekankan pentingnya upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.

“Mahasiswa perlu memahami bahwa kesehatan ibu dan anak tidak hanya berbicara tentang penanganan ketika terjadi masalah, tetapi juga bagaimana melakukan pencegahan dan edukasi sejak awal. Melalui Program 1000 HAK, pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan langsung di masyarakat,” ujar Dewi Setiawati.

Menurutnya, Program 1000 HAK menjadi ruang bagi mahasiswa menghubungkan pengetahuan medis dengan kondisi kesehatan masyarakat.

Perspektif tersebut diperkaya melalui materi “Penguatan Aspek Kesehatan Masyarakat dan Integrasi Keislaman” yang disampaikan Dr. dr. Najamuddin, MARS. Ia mengarahkan mahasiswa untuk melihat persoalan kesehatan dengan mempertimbangkan kondisi keluarga, lingkungan, dan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat.

“Pendekatan kesehatan masyarakat harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai keislaman. Mahasiswa perlu mampu melihat persoalan kesehatan secara lebih utuh, termasuk memahami lingkungan, keluarga, dan nilai yang hidup di tengah masyarakat,” jelas Najamuddin.

Ia menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa membangun komunikasi yang sesuai dengan karakter masyarakat dalam proses edukasi dan pendampingan.

Sementara itu, Ketua PSPD UIN Alauddin Makassar, dr. Nurhira Abdul Kadir, MPH., Ph.D., memberikan materi “Aspek Teknis Pelaksanaan 1000 HAK”. Materi tersebut membahas alur, tugas, serta mekanisme pelaksanaan program di lapangan.

“Mahasiswa perlu memahami alur dan teknis pelaksanaan 1000 HAK agar setiap kegiatan di lapangan memiliki arah yang jelas. Yang kita harapkan bukan sekadar kegiatan berjalan, tetapi mahasiswa mampu menjalankan perannya dengan baik dan bertanggung jawab,” tutur Nurhira.

Menurut Nurhira, pemahaman teknis diperlukan agar pendampingan mahasiswa di masyarakat dapat berlangsung terarah dan sesuai tujuan pembelajaran PSPD.

Pada sesi selanjutnya, mahasiswa mendapatkan materi “Penguatan Child Health untuk 1000 HAK” yang disampaikan Dr. dr. Syatirah, Sp.A., M.Kes., MARS. Materi ini memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai kesehatan anak dalam periode 1000 hari awal kehidupan.

“Masa 1000 hari awal kehidupan merupakan periode yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan anak agar edukasi yang diberikan kepada keluarga benar-benar dapat membantu mereka mengambil langkah yang tepat,” ungkap Syatirah.

Ia menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa menyampaikan informasi kesehatan anak kepada keluarga secara sederhana dan mudah dipahami.

Rangkaian orientasi dan pembekalan ditutup dengan sesi briefing bersama panitia untuk memantapkan kesiapan mahasiswa sebelum menjalankan Program 1000 HAK.

Previous Post Guru Besar UIN Alauddin Prof. Andi Marjuni Terima SK Kepengurusan MUI Sulsel 2026–2031
Next Post Pesan Rektor di Wisuda Angkatan 122: Filosofi Tiga Amplop dan Prioritas Waktu