Gambar Pesan Rektor di Wisuda Angkatan 122: Filosofi Tiga Amplop dan Prioritas Waktu

Pesan Rektor di Wisuda Angkatan 122: Filosofi Tiga Amplop dan Prioritas Waktu

UIN Alauddin Online — UIN Alauddin Makassar menggelar Sidang Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda Angkatan 122 pada Senin, 28 September 2026 yang menjadi momen bersejarah karena diselenggarakan dua kali dalam sebulan sebagai bentuk peningkatan performa akademik kampus.

Dalam perhelatan tersebut, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., memberikan pesan mendalam mengenai arti penting penyelesaian studi sebagai bentuk bakti dan tanggung jawab moral seorang sarjana kepada keluarganya.

"Kalian menunjukkan bukti nyata kepada keluarga bahwa kalian bertanggung jawab secara moral, bahwa kalian bisa menjadi harapan dan hari ini menyelesaikan satu tapak penting dalam hidup kalian," ujar Rektor.

Suasana wisuda menjadi interaktif saat Rektor mengajak para wisudawan berdialog menggunakan simulasi tiga amplop simbolis berisi Pengetahuan, Uang, dan Waktu Luang.


Beberapa perwakilan wisudawan dari jenjang S1 hingga S3 naik ke atas panggung untuk memaparkan alasan rasional di balik pilihan mereka masing-masing.

"Saya memilih pengetahuan karena dengan mengetahui ilmu dan konsep yang ada, saya mampu memanajemen waktu, dan dengan waktu yang ada saya bisa mendapatkan seluruh uang yang saya mau," ungkap Wulan, wisudawati S3 Pendidikan.

Rektor kemudian menjelaskan bahwa ketiga aspek tersebut sebenarnya saling membutuhkan untuk menopang kehidupan pascakampus.

"Uang bisa dicari, pengetahuan bisa dipelajari di mana saja dan kapan saja, sementara waktu yang sudah berlalu tidak mungkin kembali lagi," tegas Rektor saat menjelaskan alasan memilih Waktu sebagai prioritas utama.

Sebagai penutup, Rektor berpesan agar alumni UIN Alauddin Makassar tidak menjadi lulusan yang sekadar ikut-ikutan atau terkekang oleh opini orang lain.

Guru Besar Sosiologi tersebut mendorong para wisudawan menjadi sarjana anti-mainstream yang berprinsip teguh dan berani memutus rantai kemiskinan keluarga.

Previous Post Menghadapi Keluhan Pelanggan, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Pelajari Praktik PR di PLN
Next Post LPH UIN Alauddin dan MUI Sulsel Sidang Fatwa, Tujuh Produk Pelaku Usaha Ditetapkan Halal