Gambar Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris UIN Alauddin Sabet Juara 1 Baca Berita Bahasa Korea

Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris UIN Alauddin Sabet Juara 1 Baca Berita Bahasa Korea

UIN Alauddin Online — Kemampuan berbahasa asing kembali mengantarkan mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar meraih prestasi. Qintan Ghefira Noor Zahiyyah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), berhasil menjadi Juara 1 kategori Long Form News – Hard News dalam kompetisi pembacaan berita berbahasa Korea yang diselenggarakan Kkuljaem Korean secara daring.

Prestasi yang diumumkan melalui akun Instagram resmi @kkuljaemkorean, Sabtu (3/10/2026), tersebut menjadi capaian menarik bagi Qintan. Sebab, bahasa Korea bukanlah bidang studi yang ia tekuni secara formal. Ketertarikannya justru tumbuh dari kegemaran menikmati berbagai konten berbahasa Korea yang telah dilakukannya selama sekitar lima hingga tujuh tahun.

Berbekal pembelajaran secara otodidak, Qintan memberanikan diri mengikuti kompetisi setelah menemukan informasinya melalui Instagram.

“Awalnya iseng saja. Pas melihat informasi lomba ini lewat Instagram, tiba-tiba kepikiran, ‘Kenapa tidak coba ikut, ya?’ Apalagi event seperti ini cukup jarang saya temukan. Akhirnya saya memutuskan untuk mendaftar,” ungkapnya.

Persiapan dilakukan secara mandiri selama beberapa hari. Qintan fokus melatih pelafalan, intonasi, tempo berbicara, hingga pengucapan konsonan ganda dalam bahasa Korea.

Untuk meningkatkan kualitas pembawaannya, ia rutin menyaksikan tayangan KBS News melalui YouTube. Dari tayangan tersebut, Qintan mempelajari cara presenter berita Korea mengatur artikulasi, intonasi, kecepatan berbicara, serta menyampaikan informasi secara profesional.

Kompetisi itu diikuti lebih dari 50 peserta dengan kemampuan yang beragam. Kondisi tersebut sempat membuat Qintan menyadari bahwa persaingan tidak mudah. Namun, ia memilih tetap percaya diri dan memberikan penampilan terbaik.

Hasilnya di luar dugaan. Namanya diumumkan sebagai Juara 1.

“Ketika akhirnya diumumkan sebagai Juara 1, saya benar-benar kaget dan tidak menyangka. Sampai sekarang pun rasanya masih sedikit speechless,” ujarnya.

Bagi Qintan, kemenangan tersebut bukan sekadar gelar juara. Kompetisi itu menjadi pengalaman untuk keluar dari zona nyaman sekaligus membuktikan bahwa kemampuan dapat berkembang ketika seseorang berani mencoba hal baru.

Selain aktif mengikuti berbagai kompetisi yang berkaitan dengan kemampuan berbahasa asing, Qintan juga mengembangkan keterampilan komunikasi melalui berbagai aktivitas. Ia dipercaya menjadi host podcast FTK UIN Alauddin Makassar, UpCast, yang menjadi ruang baginya untuk berinteraksi dengan narasumber sekaligus menyampaikan informasi kepada audiens.

Di luar kampus, Qintan juga aktif sebagai influencer melalui media sosial pribadinya dengan membagikan aktivitas, kreativitas, dan berbagai pengalaman dalam perjalanan pengembangan dirinya.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa FTK UIN Alauddin memiliki ruang luas untuk mengembangkan potensi di luar bidang akademik. Bagi Qintan, keberanian mencoba menjadi kunci untuk menemukan peluang baru.

Ia berharap pengalamannya dapat mendorong mahasiswa lain untuk tidak ragu mengeksplorasi minat dan kemampuan yang dimiliki.

“Kadang kita tidak tahu hasilnya akan seperti apa sebelum mencoba. Jadi, kalau ada kesempatan, kenapa tidak dicoba?” pungkas Qintan.

Previous Post Prodi HI UIN Alauddin Kupas Gerakan Sosial dan Aktivisme Transnasional
Next Post Asesmen Revisi Ortaker, UIN Alauddin Dorong Penguatan Sejumlah Unit Strategis