Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Gali Strategi Bisnis UMKM di Era Digital
UIN Alauddin Online — Bagaimana UMKM menjaga kualitas produk custom di tengah perubahan harga bahan baku dan tuntutan layanan serba cepat? Pertanyaan itu diajukan mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar, saat menggali pengalaman bisnis Putra Akrilik, salah satu UMKM produsen plakat, medali, dan berbagai souvenir akrilik di kota Makassar.
Sembilan mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2024 turun langsung menggali praktik pengelolaan bisnis dengan mewawancarai Owner Putra Akrilik, Nur Hikmah, Sabtu (26/9/2026).
Mahasiswa mendalami bagaimana Putra Akrilik mengelola komunikasi antara admin, desainer, tim produksi, hingga pengiriman. Pengalaman usaha sejak 2018 menjadi bahan pembelajaran mahasiswa untuk melihat bagaimana koordinasi dan ketepatan informasi memengaruhi proses produksi.
“Untuk strategi utama, kami memperkuat koordinasi mulai dari admin, desainer, tim produksi, hingga pengiriman. Karena produk kami sebagian besar custom, kesalahan informasi ukuran atau deadline bisa berdampak langsung pada produksi,” ujar Nur Hikmah.
Mahasiswa juga mempelajari strategi usaha dalam menghadapi perubahan harga bahan baku dan menjaga kualitas produk. Putra Akrilik melakukan evaluasi harga dan biaya produksi secara berkala, sekaligus mempertahankan standar mutu.
Selain wawancara, mahasiswa memperoleh gambaran langsung mengenai pengelolaan pesanan melalui spreadsheet terintegrasi serta upaya meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi limbah material.
Mereka dapat melihat bahwa pengelolaan informasi, kecepatan pelayanan, koordinasi tim, dan kemampuan membangun identitas merek menjadi bagian penting dalam keberlangsungan bisnis di era digital.
Nur Hikmah mengatakan Putra Akrilik ke depan akan memperkuat kapasitas produksi dan sistem manajemen sekaligus memperluas lini usaha, termasuk merchandise dan kebutuhan kerajinan bagi pelaku UMKM.
“Kami ingin menjadi partner bagi bisnis lain untuk membangun brand mereka menjadi lebih profesional,” pungkasnya.
Pembelajaran lapangan ini diharapkan memperluas wawasan mahasiswa tentang penerapan ilmu komunikasi dalam dunia usaha, sekaligus mengasah kemampuan menggali informasi, menganalisis persoalan, dan memahami kebutuhan konsumen. Bekal tersebut menjadi penting agar mahasiswa mampu menghubungkan teori perkuliahan dengan tantangan nyata di dunia kerja.