LPM UIN Sultan Amai Gorontalo Benchmarking ke UIN Alauddin, Dalami Digitalisasi SPMI
UIN Alauddin Online — Dalam rangka memperkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan mempercepat transformasi digital penjaminan mutu, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sultan Amai Gorontalo melakukan benchmarking ke LPM UIN Alauddin Makassar, Rabu (23/9/2026).
Kunjungan yang berlangsung di Ruang Rapat LPM, Lantai I Gedung Pascasarjana UIN Alauddin Makassar tersebut dipimpin Plt. Ketua LPM UIN Sultan Amai Gorontalo, Mukrimin, Grad Dipl. MA Gov., Ph.D., didampingi Plt. Sekretaris LPM, Dr. Andi Nurwati, S.S., M.Pd., Plt. Koordinator Pengembangan Standar, Dr. Muhammad Khadhary, S.Ag., M.Ag., serta jajaran ketua dan sekretaris jurusan dan tim teknis penjaminan mutu.
Kegiatan dibuka Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu LPM UIN Alauddin Makassar, Dr. Alim Syariati, S.E., M.Si., yang mewakili Ketua LPM. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk membuat proses penjaminan mutu lebih efektif, terdokumentasi, dan mudah ditelusuri.
“Digitalisasi penjaminan mutu harus diarahkan untuk memudahkan proses, memperkuat dokumentasi, dan memastikan setiap tahapan mutu dapat ditelusuri. Karena itu, kami terus mendorong pengembangan sistem yang mampu mendukung siklus PPEPP secara lebih efektif dan terintegrasi,” ujar Dr. Alim.
Ia menjelaskan, penguatan SPMI perlu berjalan seiring dengan pemanfaatan teknologi informasi. Menurutnya, sistem digital tidak sekadar menjadi instrumen administratif, tetapi juga harus mampu membantu perguruan tinggi mengelola dokumen, melaksanakan audit, memantau tindak lanjut, serta menyediakan data yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan berbasis mutu.
Kunjungan UIN Sultan Amai Gorontalo dilatarbelakangi transformasi kelembagaan setelah terbitnya Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2024 tentang alih status menjadi UIN. Momentum tersebut mendorong penguatan sistem penjaminan mutu sekaligus penyelarasan dokumen mutu dengan regulasi pendidikan tinggi yang berlaku.
Dalam sesi diskusi, LPM UIN Alauddin memaparkan sejumlah inovasi dalam tata kelola penjaminan mutu, termasuk pembaruan dokumen SPMI berbasis risiko serta pemanfaatan Sistem Informasi Audit Mutu Internal (SIAMI) dan platform katalog mutu terpadu KAWALMU.
Kedua sistem tersebut dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan audit mutu, merekam tindak lanjut hasil audit, serta mengintegrasikan proses Monitoring dan Evaluasi (Monev) secara digital. Pengembangan sistem secara mandiri juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian pengelolaan data dan informasi penjaminan mutu.
Sementara itu, delegasi UIN Sultan Amai Gorontalo, Mukrimin, Grad Dipl. MA Gov., Ph.D, berbagi pengalaman dalam pendampingan akreditasi yang telah mengantarkan 12 program studi meraih predikat Unggul. Diskusi turut mencakup implementasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), aplikasi penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) otomatis, serta penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Pembahasan mengenai OBE juga menyoroti pemanfaatan aplikasi “Si Cermat” untuk mengukur pencapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Pertukaran pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya kedua institusi untuk memperkuat integrasi sistem digital dengan pelaksanaan siklus penjaminan mutu.
Mukrimin mengapresiasi keterbukaan LPM UIN Alauddin dalam berbagi pengalaman dan informasi terkait tata kelola penjaminan mutu.
“Kunjungan benchmarking ini memberikan gambaran yang sangat komprehensif, khususnya mengenai strategi kemandirian sistem informasi penjaminan mutu serta pengisian siklus PPEPP yang tertib. Pengalaman dan praktik baik yang dibagikan UIN Alauddin Makassar menjadi rujukan berharga bagi kami dalam menyempurnakan dokumen mutu dan mengakselerasi digitalisasi SPMI di kampus kami,” ujarnya.
Melalui kunjungan tersebut, LPM UIN Alauddin Makassar dan LPM UIN Sultan Amai Gorontalo berkomitmen memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam pengembangan penjaminan mutu pendidikan tinggi. Benchmarking ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran bersama untuk mendukung penerapan budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan PTKIN.