Gambar KKN 79 UIN Alauddin Bahas Festival Budaya Maritim & Agraris Butta Toa dengan Bupati Bantaeng

KKN 79 UIN Alauddin Bahas Festival Budaya Maritim & Agraris Butta Toa dengan Bupati Bantaeng

UIN Alauddin Online — Gagasan mengangkat kekayaan maritim dan agraris Bantaeng menjadi sebuah festival dibawa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 79 UIN Alauddin Makassar dalam pertemuan bersama Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzi Nurdin, di kediamannya di Bonto Atu, Rabu (16/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa membangun komunikasi sekaligus mematangkan rencana Festival Budaya Maritim & Agraris Butta Toa, program kerja kolaboratif KKN tingkat Kecamatan Bantaeng.

Festival ini dirancang untuk mengangkat kearifan lokal sekaligus memperkenalkan dan memperkuat potensi masyarakat Bantaeng yang bertumpu pada sektor pertanian dan kelautan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 79 ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan unsur budaya, potensi daerah, dan keterlibatan masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Bupati Bantaeng Muh. Fathul Fauzi Nurdin menyambut baik gagasan yang disampaikan mahasiswa. Ia memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa KKN yang menjadikan potensi dan budaya lokal sebagai bagian dari program pengabdian.

Menurutnya, kegiatan yang mengangkat kebudayaan daerah memiliki nilai penting dalam memperkuat identitas lokal sekaligus membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

Koordinator Kecamatan KKN 79 UIN Alauddin, Ariel Putra Pratama, menyampaikan apresiasi atas penerimaan dan dukungan yang diberikan Bupati Bantaeng. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara mahasiswa KKN dan pemerintah daerah dalam mempersiapkan pelaksanaan festival.

Selain Ariel, turut hadir Sekretaris Koordinator Kecamatan A Jaelani Palanna, Ketua Panitia Putra Firja Ramdhan, Sekretaris Panitia Fadel Ahmad, serta Koordinator Lurah Lembang Muhammad Rayhan Bachtiar.

Melalui Festival Budaya Maritim & Agraris Butta Toa, KKN 79 UIN Alauddin tidak hanya menjadikan kegiatan kebudayaan sebagai agenda program kerja, tetapi juga berupaya menjadikan potensi lokal sebagai ruang kolaborasi dan penguatan keterlibatan masyarakat selama masa pengabdian.

Previous Post Dongkrak Kemandirian Kampus, UIN Alauddin Makassar Resmi Operasikan Toko Kue P2B
Next Post Pertahankan Capaian Informatif, UIN Alauddin Benahi Data PPID Jelang Penilaian