Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Gandeng Sejumlah Mitra, Perkuat Riset dan Pengembangan Kurikulum
UIN Alauddin Online — Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar memperluas jejaring akademik melalui kerja sama dengan Digital Information Research Lab (DIRL), Asosiasi Dosen Ilmu Perpustakaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, serta sejumlah program studi Ilmu Perpustakaan di berbagai perguruan tinggi.
Kerja sama tersebut diarahkan pada penguatan penelitian, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum, serta peningkatan kapasitas akademik di bidang perpustakaan dan informasi. Penandatanganan berlangsung Sabtu, 3 Oktober 2026, di Hilton Garden Inn, Bali, dalam rangkaian The 7th International Conference on Science & Technology Metrics (STMet 2026) dan The 8th International Conference on Real-time Intelligent Systems (RTIS).
Jurusan Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin diwakili Sekretaris Jurusan, Dr. Saenal Abidin, S.I.P., M.Hum., yang tercantum sebagai perwakilan program studi dalam dokumen kerja sama.
Dr. Saenal Abidin menilai kerja sama tersebut menjadi kesempatan untuk mempertemukan potensi program studi, dosen, dan lembaga yang memiliki perhatian pada bidang perpustakaan dan informasi.
Menurutnya, implementasi kerja sama perlu diarahkan pada kegiatan akademik yang memberi manfaat nyata bagi pengembangan pendidikan dan penelitian.
“Kerja sama ini menjadi ruang bagi Jurusan Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin untuk membuka peluang yang lebih konkret dalam penelitian, publikasi, pengembangan kurikulum, dan peningkatan kompetensi dosen serta mahasiswa,” ujar Dr. Saenal.
Dokumen kerja sama memuat sejumlah ruang lingkup kegiatan, antara lain penyelenggaraan seminar, konferensi, dan pelatihan; penelitian dan publikasi bersama; pertukaran dosen, pembicara, serta tenaga ahli; pengembangan bahan ajar dan kurikulum; serta penguatan literasi informasi dan literasi digital.
Ruang lingkup tersebut sejalan dengan kebutuhan pengembangan Ilmu Perpustakaan di tengah transformasi digital. Pengembangan kurikulum, misalnya, dapat menjadi ruang pertukaran gagasan dalam merespons perubahan pengelolaan informasi, perkembangan teknologi, serta kebutuhan layanan perpustakaan.
Dr. Saenal menegaskan bahwa keberlanjutan kerja sama akan bergantung pada pelaksanaan program yang konkret.
“Kita ingin kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi berlanjut menjadi program yang memberi dampak langsung bagi pengembangan keilmuan, riset, publikasi, dan kualitas pembelajaran Ilmu Perpustakaan,” tandasnya.
Implementasi selanjutnya akan dituangkan melalui program dan kegiatan yang
disepakati bersama para pihak, terutama dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama ini menjadi salah satu langkah Jurusan Ilmu Perpustakaan FAH UIN Alauddin Makassar dalam memperkuat kapasitas akademik dan meningkatkan kontribusi bidang perpustakaan dan informasi dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.