HMJ Kimia FST UIN Alauddin Dorong Inovasi Smart Energy Lewat Alkali Contest 2026
UIN Alauddin Online — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar resmi membuka Alkali Contest 2026 dirangkaikan dengan Seminar Internasional bertema “Smart Energy as a Technological Energy Innovation for the Transformation Toward Industry 5.0” di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Senin (21/9/2026).
Forum ini menghadirkan akademisi dan praktisi dari dalam maupun luar negeri untuk membahas perkembangan inovasi energi dan tantangannya di era Industry 5.0.
Ketua Panitia Alkali Contest 2026, Adelia Putri Amryanti, mengatakan kegiatan tersebut dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan berpikir, menggali potensi, dan membangun semangat kompetitif yang sehat.
“Alkali Contest bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi wadah untuk mengasah potensi, menalar ilmu, serta menumbuhkan jiwa kompetitif yang sehat dan berintegritas,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia, dukungan sponsor dan mitra, serta mengajak peserta mengikuti seluruh perlombaan dengan menjunjung sportivitas dan memberikan karya terbaik.
Ketua HMJ Kimia, Niwangsah Saputra, menambahkan bahwa Alkali Contest menjadi ruang pertemuan bagi semangat belajar dan kemampuan generasi muda dalam bidang sains.
Menurutnya, tema yang diangkat tahun ini menggambarkan pentingnya keterkaitan antara perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kemampuan berpikir kritis, dan inovasi generasi muda.
“Jangan takut untuk berproses, karena setiap pengalaman yang diperoleh hari ini dapat menjadi bagian dari perjalanan kita di masa mendatang,” pesannya kepada peserta.
Sementara itu, Sekretaris Jurusan Kimia FST UIN Alauddin Makassar, Dr. Arfiani Nur, M.Sc., menilai tema seminar internasional memiliki keterkaitan erat dengan persoalan energi yang dihadapi masyarakat saat ini.
Ia menekankan bahwa kebutuhan terhadap energi yang efisien, berkelanjutan, dan aman bagi lingkungan menjadi tantangan sekaligus ruang bagi bidang sains untuk menghadirkan solusi.
Menurutnya, pengembangan baterai, sel surya, material maju, bioenergi hingga gerakan go green merupakan sejumlah bidang yang membutuhkan kontribusi keilmuan dan inovasi.
“Jangan takut bertanya dan jangan takut menyampaikan pendapat, karena kolaborasi besar sering kali dimulai dari diskusi sederhana,” tuturnya.
Pembukaan Alkali Contest 2026 dilakukan secara resmi oleh Wakil Dekan II FST UIN Alauddin Makassar, Dr. Fatmawati Nur, M.Si. Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
Ia mengapresiasi kehadiran para narasumber yang bersedia berbagi pengetahuan kepada peserta serta berharap kegiatan serupa dapat terus dipertahankan sebagai agenda yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan kemampuan di bidang sains dan kimia.
Seminar internasional menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Erna Normaya Abdullah dari International Islamic University Malaysia, Dr. Suriati Eka Putri, S.Si., M.Si., Wakil Dekan IV FMIPA Universitas Negeri Makassar, serta Muh. Taufiq M., S.Si., Gr., Laboratory Analyst (QAQC) PT Ismut Fitamedika Indonesia sekaligus alumni Program Studi Kimia UIN Alauddin Makassar. Seminar dipandu Aliya Nur Syam Ahtia, mahasiswi Kimia FST UIN Alauddin Makassar.
Rangkaian Alkali Contest 2026 berlangsung selama lima hari, 21–25 September 2026. Sejumlah kompetisi yang dipertandingkan meliputi Lomba Cepat Tepat Kimia, Debat Ilmiah, Presentasi Esai, Chemistry Experiment Challenge, Musabaqah Syarhil Al-Qur’an, Mading Ilmiah, serta Presentasi Karya Ilmiah.