Gambar FKIK UIN Alauddin Gandeng Komdigi, Perkuat Literasi Kesehatan Digital

FKIK UIN Alauddin Gandeng Komdigi, Perkuat Literasi Kesehatan Digital

UIN Alauddin Online—Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI untuk memperkuat literasi kesehatan digital sekaligus mendorong pengembangan pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan kampus.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bertajuk “Penguatan Literasi Kesehatan Digital untuk Mewujudkan Masyarakat yang Cakap Digital Sehat, Aman, dan Berdaya” di Ruang Rapat Senat FKIK UIN Alauddin Makassar, Gowa, Rabu (21/10/2026).

Dekan FKIK UIN Alauddin Makassar, Dr. dr. Dewi Setiawati, Sp.OG., M.Kes., menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menjawab kebutuhan fasilitas digital, terutama ketersediaan jaringan internet yang stabil bagi dosen dan mahasiswa.

“Fasilitas pendukung proses belajar mengajar merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Ketersediaan jaringan internet yang stabil sangat dibutuhkan agar perkuliahan berjalan maksimal dan mahasiswa dapat menuntut ilmu dengan lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan *smart class* di FKIK UIN Alauddin Makassar sekaligus meningkatkan literasi kesehatan digital sivitas akademika.

Wakil Dekan Bidang Akademik FKIK UIN Alauddin Makassar, Dr. Fatimah, S.Kep., Ns., M.Kes., mengatakan, kerja sama ini merupakan hasil perencanaan yang telah dipersiapkan selama kurang lebih dua bulan. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung pemenuhan fasilitas digital yang menunjang aktivitas akademik mahasiswa.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital Komdigi RI, Rizki Ameliah, S.S., M.Si., menegaskan bahwa kemitraan ini diarahkan untuk membentuk calon dokter dan tenaga kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta memiliki kecakapan digital.

Ia berharap, kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan melalui program konkret yang memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan kompetensi dosen maupun mahasiswa.

“Semoga ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi sudah ada implikasi konkret dalam rangka peningkatan kualitas para dosen dan mahasiswa di lingkup FKIK. Kami juga terus mendorong penyediaan fasilitas Wi-Fi gratis di area publik, seperti kampus, sekolah, hingga puskesmas,” ungkapnya.

Prosesi penandatanganan MoU dan penyerahan cendera mata tersebut turut disaksikan Kepala Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BBLSDM) Komdigi Makassar, Drs. Baso Saleh, M.I.Kom., bersama jajaran pejabat struktural FKIK UIN Alauddin Makassar.

Melalui kolaborasi ini, FKIK UIN Alauddin Makassar diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembelajaran digital dan meningkatkan kecakapan sivitas akademika dalam memanfaatkan teknologi secara sehat, aman, dan bertanggungjawab.

Previous Post Dari Keamanan hingga Dakwah Digital, Ini Lima Program Kemenag untuk Pesantren
Next Post Dari Empati hingga Kontribusi, Empat Pesan Prof. Hamdan Juhannis untuk Wisudawan Unismuh Makassar