Gambar Dosen dan Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Hadiri Konferensi Internasional di Bali

Dosen dan Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Hadiri Konferensi Internasional di Bali

UIN Alauddin Online — Sebanyak delapan dosen dan satu mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar, menghadiri rangkaian konferensi internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai institusi untuk membahas perkembangan sains dan teknologi, ekosistem informasi berbasis kecerdasan buatan, metrik ilmiah, serta sistem cerdas di Hilton Garden Inn, Bali, 2–4 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut menggabungkan The 7th International Conference on Science & Technology Metrics (STMet 2026) dan The 8th International Conference on Real-time Intelligent Systems (RTIS). 

STMet 2026 mengangkat tema “Advancing Science and Technology Metrics Through AI-Driven Information Ecosystems”, sementara RTIS berfokus pada perkembangan real-time intelligent systems.

Delapan dosen yang hadir terdiri atas Prof. Dr. Hj. Gustia Tahir, M.Ag., Dr. Irvan Muliyadi, S.Ag., S.S., M.A., Hildawati Almah, S.Ag., S.S., M.A., Sitti Husaebah Pattah, S.Ag., S.S., M.Hum., Drs. Tawakkal Saleh, S.Sos., M.A.P., Dr. Saenal Abidin, S.I.P., M.Hum., Dr. Nasrullah, S.I.P., M.I.P., dan Ayu Trysnawati, S.I.P., M.IP. Sementara itu, mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan, Muh Israq Dzaki Al Ghosi, turut mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Dekan FAH UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Barsihannor, M.Ag., menilai keterlibatan sivitas akademika dalam forum internasional penting untuk memperluas wawasan, memperkuat jejaring, dan mengikuti perkembangan keilmuan perpustakaan serta informasi dalam perspektif global.

“Konferensi internasional seperti ini penting bagi sivitas akademika FAH untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan melihat perkembangan keilmuan perpustakaan dan informasi dalam perspektif global,” ujar Prof. Barsihannor.

Menurutnya, perkembangan kecerdasan buatan dan ekosistem informasi digital perlu diikuti secara aktif agar keilmuan perpustakaan tetap relevan dengan perubahan kebutuhan masyarakat. 

Forum internasional menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan perkembangan teknologi dengan pengembangan keilmuan di perguruan tinggi.

“Perkembangan kecerdasan buatan juga harus kita respons sebagai peluang untuk mengembangkan layanan dan riset yang lebih inovatif,” tandasnya.

Konferensi tersebut menghadirkan pembicara dari sejumlah institusi dan negara, di antaranya Prof. Noorhaidi Hasan, M.A., M.Phil., Ph.D., Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta; Prof. Dr. Noorhidawati binti Abdullah dari Universiti Malaya; serta Prof. Dr. Abrizah binti Abdullah, Honorary Professor bidang Library & Information Science dari Universiti Malaya.

Partisipasi tersebut diharapkan memperkuat kiprah Jurusan Ilmu Perpustakaan FAH UIN Alauddin Makassar melalui pengembangan riset, kolaborasi akademik, dan inovasi di bidang perpustakaan dan informasi yang responsif terhadap perkembangan kecerdasan buatan.

Previous Post Dosen UIN Alauddin Nasrullah Raih Research Excellence Award 2026 di Forum Internasional Bali
Next Post 12 Mahasiswa FSH UIN Alauddin Jalani Magang di PTUN Makassar