18 Kantong Darah Terkumpul dari Donor Darah UIN Alauddin
UIN Alauddin Online — Dari 21 orang yang datang untuk mendonorkan darah, 18 di antaranya dinyatakan memenuhi syarat medis dan akhirnya menyumbangkan darah dalam kegiatan donor darah di UIN Alauddin Makassar, Senin (5/10/2026). Kegiatan tersebut menghasilkan 18 kantong darah yang selanjutnya diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Donor darah yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WITA itu digelar di Ruang Rapat Lantai 1 Gedung Rektorat Kampus 2 UIN Alauddin, Samata, bekerja sama dengan UPT Transfusi Darah Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Pesertanya berasal dari sivitas akademika, mahasiswa, hingga masyarakat sekitar.
Penanggung jawab kegiatan, dr. Hj. Rusmini, M.Kes., mengatakan kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan di UPT Transfusi Darah Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.
“Tujuan utamanya yaitu untuk memenuhi ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan di UPT Transfusi Darah Dinkes Prov Sulsel,” ujar Rusmini.
Kegiatan tersebut, kata Rusmini, dilatarbelakangi kepedulian terhadap kebutuhan darah yang masih diperlukan masyarakat. Donor darah sekaligus menjadi bentuk kontribusi UIN Alauddin dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk meningkatkan kesadaran civitas akademika dan masyarakat agar lebih peduli serta terdorong untuk melakukan donor darah secara rutin,” jelasnya.
Dari 21 peserta yang mendaftar, tiga orang tidak dapat melanjutkan proses donor setelah menjalani pemeriksaan medis. Mereka masing-masing terkendala kadar hemoglobin (HB) rendah, tekanan darah tinggi, dan berat badan yang belum memenuhi ketentuan.

Rusmini berharap kegiatan donor darah dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan di Kampus 2 UIN Alauddin Makassar. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut tidak hanya membantu menjaga ketersediaan stok darah, tetapi juga dapat memperluas partisipasi sivitas akademika dalam aksi kemanusiaan.
“Ke depannya, kerja sama ini diharapkan semakin erat sehingga kegiatan donor darah dapat menjangkau lebih banyak pendonor dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tuturnya.
Kerja sama UIN Alauddin Makassar dengan UPT Transfusi Darah Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan tersebut diharapkan dapat terus berkembang, sehingga kegiatan donor darah tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi bagian dari kepedulian sosial yang dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan kampus.