facebook

twitter

email
Bahasa :
Kamis, 18 Oktober 2018


Rabu, 07 Maret 2018 | Nurfadhillah Bahar


UIN Online-Dr Firdaus Muhammad berkolaborasi dengan Suhardi, kembali menerbitkan buku terkait literasi ulama. Kali ini, ia menuliskan tentang AGH Sanusi Baco, Rais Syariah NU yang juga merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar tersebut mengundang sejumlah tokoh agama, mahasiswa dan awak media untuk berdiskusi dan membedah buku yang berjudul Setia di Jalan Dakwah. Bedah buku ini berlangsung di Rumah Makan Wong Solo, Jl. Sultan Alauddin Makassar. Minggu (4/3/2018)

Hadir Prof Hasyim Aidid, Prof Ahmad Sewang, Prof Iqbal Parewangi, Dr Wahyudin Halim, Ilham Hamid, dan sejumlah tokoh agama serta para murid Anregurutta AGH Sanusi Baco.

Menurut Firdaus, buku ini hadir sebagai dedikasi dan syukuran 80 Tahun AGH Sanusi Baco. Buku ini menceritakan langkah demi langkah perjalanan hidup Anregurutta. Dimulai saat ditinggalkan oleh sang Ibu, lalu merantau ke Makassar menuntut ilmu, menjadi santri selama 8 tahun di Pesantren. Lulus pesantren, anregurutta kemudian berangkat ke Mesir bersama Gus Dur hingga kembali ke tanah air. 

Ia berharap buku ini dapat menjadi inspirasi  terutama generasi-generasi muda untuk mengenal perjuangan ulama dengan cara pemikiran-pemikiran gurutta yang harus dilestarikan.

Dilanjutkannya, di Sulsel banyak sekali ulama-ulama yeng memiliki keteladanan yang luar biasa, mampu mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dengan keislaman. Sehingga apabila ditulis dalam bentuk literasi ulama, dapat menjadi bahan untuk generasi-generasi muda untuk mengenal identitas masyarakat Sulsel yang religius.

Sementara itu, Bachtiar Adnan Nasir, salah seorang akademisi yang telah menerbitkan puluhan buku, menilai buku ini sebagai salah satu buku biografi yang sangat enak dibaca.

Menurutnya, buku dengan ketebalan 100 halaman lebih ini diisi dengan gaya bercerita seperti novel yang dapat diselesaikan dengan cepat karena saking menariknya. Penulisnya mampu merangkai kalimat-kalimat yang sangat apik.

Salah satu kekuatan buku ini, kata Bachtiar, karena ditulis oleh seorang alumni pesantren, Firdaus Muhammad. Ia menjelaskan, jika ingin menulis buku dengan ketajaman yang baik, maka lebih baik ditulis oleh penulis yang memiliki latar belakang yang sesuai.

Lebih lanjut Bachtiar mengatakan, buku ini menawarkan masa depan tentang perjalanan ulama di Sulsel. Ia berharap, kekuatan-kekuatan yang dimiliki buku ini dapat menjadi sumber bacaan yang menarik.

Ia juga mengatakan, buku ini memiliki orientasi yang cukup jelas sehingga paling tidak dapat didistribusikan dan wajib dimiliki oleh para santri di Pesantren.

Kotak Komentar


[ Kembali ]

Saat memanfaatkan fasilitas internet kampus anda lebih banyak menggunakannya sebagai sarana:

Pembelajaran
Informasi Kampus
Pertemanan (Situs Jejaring)
Saya Belum Mencobanya

Lihat Hasil Poling
08 Oktober 2016

Oleh : Nursyam Aksa, S.T, M.Si.
Teknik PWK UIN Aauddin Makassar


Dari banyak literatur tentang sejarah ... Selengkapnya



07 September 2016

MENGEMBANGKAN TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI (TIK)

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

Selengkapnya



Artikel Sebelumnya

oleh: Hafsan
16 Oktober 2018

Tenaga pendidik dan peneliti pada Jurusan ... Selengkapnya



oleh: Nur Fadhilah Bahar
28 Desember 2016

Hasrullah, Mahasiswa Polyglot UIN Alauddin

Peraih ... Selengkapnya



kirimkan Opini anda
ke [opini(at)uin-alauddin.ac.id]