HIDUP adalah ibadah (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Jangan pernah lewatkan ibadah kepada Allah. Karena ada milyaran manusia di alam kubur ingin dihidupkan kembali hanya untuk beribadah, meski sesaat. (QS. As-Sajadah: 12)
Ibadah bukan hanya sebuah kewajiban (fardhu), namun sebuah kebutuhan mendesak.
Nilai seseorang dapat dilihat dari bagaimana ketaatannya beribadah kepada Tuhan-Nya.
Itulah sebabnya, beruntunglah orang merefleksikan dirinya dalam aktivitas ibadahnya, sebab ibadah merupakan obat mujarab bagi seseorang yang ingin bangkit dari kegelisahannya.
Aku heran menyaksikan sebagian Muslim enggan menjalankan ibadahnya. Bagaimana mungkin orang sep ini memiliki agama tapi tidak menunaikan ibadahnya. Apa bedanya “orang tidak beribadah” dengan yang “tidak mengenal agama sama sekali”?
Aneh, tidak mau beribadah justru mereka mengharap Surga Firdaus tuk menikahi bidadari⊃2;Nya yang cantik jelita.
Konon, bidadari Jannatul Firdaus anggun nan menterengnya aduhai bikin terpesona, Mappênrê Pella bagi Om-om penghuni Warkop Daeng Anas.
Komunitas bidadari itu kalah kemolekan gadis kota Daeng yg Allong Ma'gêrê' Tellu, Inge' Ma'bulo-Bulo. Kendati berpostur tubuh Ayu Bahari mirip gitarnya Bang Rhoma Irama, Malebba’ Yawa Macike Lao Yasê’, tetap kalah kompetitor.
Tentu, aneka kenikmatan penghuni surga hanya diperuntukkan kepada orang yang gemar ibadah di dunia. Saudaraku,
Ibadah yang ditunaikan selama ini, bukan hanya membawa ketenangan di dunia, namun juga di akhirat sana nan abadi.
Ibadah itu bukan hanya mendirikan shalat fardhu dan sunnah, tapi termasuk juga renungan tentang ciptaan Allah, meliputi keindahan ciptaanNya. Termasuk interaksi manusia dengan hewan, sep lelakon anekdot di bawah ini.
Dulu, di zaman Nabiyullah Adam as salah seorang petani sedang membajak kebunnya menggunakan kerbau menjelang ibadah siang.
Tiba⊃2; terdengar seruan beribadah: Allahu Akbar Allahu Akbar, seraya memanggil umat untuk beribadah.
Kala itu binatang masih bisa berbicara dengan manusia.
Kerbau berkata: “Bos, terdengar Allahu Akbar Allahu Akbar. Silahkan ibadah shalat dulu, saya mau istirahat.”
Sang petani menimpali: “Saya tidak shalat!"
Kerbau berkata: “Oh, kalau kamu tidak shalat, saya juga tidak sembahyang. Berarti kita segolongan ya.”
Titisan lukisan sep ini banyak bertebaran kitab klasik, bisa pula ditemukan sep buku karya Syekh Muhammad bin Ahmad bin Iyas yang berisi aneka hikayah Bada'i Al Zuhur fi Waqa'iu Al Duhur.
Ala kulli hal, ibadah menjadi cara untuk meraih surga. Jangan sia-siakan kesempatan itu.
Ingat, puncak ibadah adalah kerendahan hati. BUKAN MERENDAHKAN.