Perbincangan mengenai kapasitas yang menentukan seseorang dalam kehidupan menarik untuk diulas. Prof. Hamdan dengan mengutip ceramah Bapak Idrus Marham menyebut terdapat tiga aspek yang menjadi penentu utama: fisik (material), visi (intelektual), dan nilai (values). Saya kira ini yang paling ideal.
Hanya saja, pendekatan yang menempatkan ketiga kapasitas ini sejajar atau apalagi jika menganggap materialisme sebagai unsur yang harus selalu hadir bersama aspek lain perlu direnungkan kembali.
Sejarah justru membuktikan bahwa spiritualitas dan nilai moral memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan kekuatan materi.
Siapa yang tidak kenal Mahatma Gandhi; tokoh fenomenal yang menyuarakan perlawanan tanpa kekerasan. Dengan kesederhanaan fisik dan pakaiannya, dia tampil membawa perubahan besar di negara India dan juga dunia. Gandhi dihormati bukan karena fisiknya tetapi karena visi dan nilai spiritualitas yang dibawanya.
Michael Hart dalam bukunya The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History secara jelas menempatkan Nabi Muhammad di peringkat pertama, juga bukan karena kekuatan fisiknya atau harta kekayaannya, tetapi karena kekuatan nilai dan spiritual yang ia bawa. Pengaruhnya melampaui batas ruang dan waktu. Visi dan nilai yang ia tanamkan telah mengubah peradaban dunia.
Sebaliknya, Isaac Newton, yang menempati peringkat kedua dalam daftar Hart, dikenal sebagai ilmuwan besar yang menemukan gravitasi, memiliki kapasitas intelektual luar biasa, tetapi tidak memiliki pengaruh spiritual yang menyamai Muhammad. Ini menegaskan bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya tentang kecerdasan atau kepemilikan materi, melainkan bagaimana seseorang mampu membawa perubahan mendasar dalam kehidupan manusia melalui nilai-nilai yang diyakini.
Materialisme memang memiliki peran, tetapi bukan yang utama. Dunia yang berubah bukan karena kekayaan, tetapi karena nilai yang menginspirasi dan visi yang membimbing.
Karena itu jika tidak sanggup menjangkau khalayak ramai, maka tuangkan ide dalam bentuk tulisan/ gagasan. Jika satu peluru diluncurkan hanya akan mengenai satu kepala, tetapi jika ide diluncurkan melalui tulisan, ia akan bersarang di banyak kepala.
Sungguminasa 24 Ramadan 1446 H
Barsihannor