Pembaca Setia MoKa - Hari ini, MoKa hadir dengan wajah yang sedikit berbeda. Bila biasanya kita berjumpa melalui laman syakhruddinnews.com, kali ini Penulis menyapa pembaca melalui versi Word.
Bukan karena keinginan untuk berpindah haluan, melainkan karena jaringan blog sedang mengalami gangguan teknis. Gangguan tersebut dipicu oleh kondisi arus listrik yang beberapa waktu terakhir cukup sering padam.
Situasi ini ternyata berdampak pada sistem, sehingga blog belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menulis dan menyampaikan berita kepada pembaca.
Dalam keadaan seperti ini, Penulis memilih untuk tetap melangkah, sebab berbagi informasi tidak boleh berhenti hanya karena sebuah jaringan sedang tersendat.
Sementara itu, di Kota Makassar belum benar-benar terang. Hingga 24 September 2026, pemadaman listrik bergilir masih berlangsung di sejumlah wilayah.
PLN melakukan pengaturan beban di tengah kondisi sistem kelistrikan Sulbagsel yang masih dalam proses pemulihan dan optimalisasi pembangkit.
Penurunan daya mampu sejumlah PLTA menjadi salah satu persoalan yang ikut memengaruhi pasokan listrik. Bagi sebagian orang, padamnya listrik mungkin hanya berarti rumah menjadi gelap beberapa jam.
Tetapi bagi mereka yang bekerja dengan komputer, internet, dan dunia digital, kegelapan itu bisa menjalar jauh lebih panjang: pekerjaan tertunda, komunikasi tersendat, dan berita yang seharusnya segera sampai kepada pembaca terpaksa menunggu.
Di sinilah Penulis merasakan sendiri bahwa listrik bukan sekadar cahaya di dalam rumah, ia adalah denyut kehidupan digital. Ketika arus terputus berulang kali, jaringan ikut terganggu dan blog syakhruddinnews.com pun mengalami kendala teknis.
Tulisan yang sudah berada di ujung jari akhirnya harus menepi sejenak. Namun seorang penulis tidak boleh ikut padam hanya karena listrik padam.
Ketika blog tak dapat digunakan, Word menjadi ruang singgah; ketika jaringan tersendat, kata-kata tetap mencari jalan.
Sebab berita boleh terlambat beberapa saat, tetapi semangat untuk menulis dan menyapa pembaca tidak boleh kehilangan alirannya.
Hari ini, MoKa hadir bukan dari ruang yang sempurna, melainkan dari keadaan yang apa adanya, sebuah catatan kecil bahwa di tengah listrik yang berkedip-kedip, pikiran harus tetap menyala.
Pembaca Moka ; Malam belum benar-benar usai ketika jejak kekerasan kembali menyeruak di Kota Makassar. Al Kaisar (19), yang disebut sebagai pimpinan geng motor Warser, bersama empat anggotanya diamankan polisi saat sedang melakukan siaran langsung TikTok di sebuah rumah di Jalan Daeng Hayo, Kecamatan Manggala, Rabu 23 September 2026.
Penangkapan dilakukan Unit Reaksi Cepat Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar. Polisi kini mendalami dugaan keterlibatan mereka dalam sejumlah aksi kriminal, termasuk dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap seorang warga.
Korban disebut mengalami luka akibat busur panah yang menancap di bagian punggung serta sabetan senjata tajam jenis parang. Polisi juga menyebut Al Kaisar pernah menjalani hukuman dalam kasus penganiayaan yang melibatkan geng motor.
Yang membuat kisah ini semakin mengusik rasa aman warga, polisi menduga kelompok tersebut memiliki pola berkumpul dan berkonvoi pada waktu tertentu sebelum melakukan penyerangan.
Sedikitnya tiga lokasi kejadian masih didalami, sementara sejumlah sepeda motor dan busur panah diamankan sebagai barang bukti.
Dari jalanan hingga layar TikTok, aksi yang semula mungkin dianggap sekadar “gaya anak muda” kini berhadapan dengan proses hukum. Polisi masih memeriksa kelima orang tersebut dan memburu pihak lain yang diduga terlibat.
Bagi warga Makassar, pesan dari peristiwa ini sederhana: jalan raya bukan arena unjuk keberanian, dan media sosial bukan panggung untuk mempertontonkan kekerasan.
Sementara itu, Sebanyak 244 siswa dan guru di Batang dilaporkan jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa ini sontak mengundang perhatian, sebab program yang seharusnya menghadirkan gizi dan kesehatan justru berujung pada keluhan kesehatan secara massal.
Para siswa dan guru yang mengalami gejala kemudian mendapat penanganan medis, sementara penyebab pasti kejadian tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan pengujian terhadap makanan yang dikonsumsi.
Bagi dunia pendidikan, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa makanan bergizi bukan hanya soal kandungan gizi, tetapi juga soal keamanan, kebersihan, pengolahan, penyimpanan, dan distribusi.
Satu kesalahan dalam rantai penyediaan makanan dapat berdampak kepada ratusan orang sekaligus.
Kini perhatian tertuju pada proses pemeriksaan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di balik kasus tersebut agar program MBG tetap menjadi harapan bagi anak-anak, bukan berubah menjadi kekhawatiran bagi siswa, guru, dan orang tua.
Dilaporkan kondisi Gaza dan Tepi Barat Memburuk, Bantuan Kemanusiaan Terhambat; Situasi kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat kembali menjadi perhatian serius dunia.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dalam Sidang Majelis Umum PBB menyerukan agar pertempuran dihentikan dan bantuan kemanusiaan dapat mengalir tanpa hambatan.
Ia menegaskan bahwa kekerasan, pengungsian, serta perluasan permukiman di Tepi Barat semakin memperburuk kondisi warga Palestina.
Di Gaza, penderitaan warga sipil terus berlangsung di tengah kerusakan infrastruktur, keterbatasan akses, kekurangan kebutuhan dasar, serta hambatan bagi organisasi kemanusiaan untuk menjalankan tugasnya.
PBB juga melaporkan bahwa kebutuhan kemanusiaan masih sangat besar, sementara pembiayaan bantuan belum mencukupi.
Seruan Guterres menjadi pengingat bahwa di balik angka-angka konflik terdapat manusia yang membutuhkan makanan, air, tempat tinggal, layanan kesehatan, dan perlindungan—bantuan kemanusiaan tidak seharusnya menjadi alat tawar dalam konflik.
Akhirnya, Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) terus meluas dan menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan.
Menurut laporan terbaru WHO, hingga 7 September 2026 tercatat 6.757 kasus terkonfirmasi dengan 3.267 kematian, sementara wilayah terdampak telah mencapai 61 zona kesehatan di enam provinsi.
Perluasan terbaru terjadi di Kayna, Provinsi Kivu Utara. Tingginya angka kematian dan masih berlangsungnya penularan menunjukkan bahwa wabah belum sepenuhnya terkendali.
Di tengah kondisi tersebut, tantangan penanganan semakin berat karena keterbatasan akses layanan kesehatan, konflik dan perpindahan penduduk, serta sulitnya melakukan pelacakan kontak secara cepat.
WHO menilai risiko di DRC masih sangat tinggi, sementara negara-negara yang berbatasan langsung menghadapi risiko tinggi. Upaya pengawasan, penelusuran kasus, perawatan pasien dan koordinasi lintas batas terus diperkuat untuk mencegah wabah ini menyebar lebih luas.
Pembaca MoKa yang budiman, meski hari ini Penulis menyapa lewat Word, semangat untuk menulis tidak boleh padam.
Gangguan teknis boleh menghambat langkah, tetapi tidak boleh mematikan gagasan. Sebab menulis adalah cara kita merawat ingatan, menyampaikan informasi, dan menyapa kehidupan.
Tetaplah menulis, karena setiap kata yang lahir dengan ketulusan akan menemukan pembacanya.
Semoga esok jaringan kembali bersahabat dan MoKa dapat hadir seperti biasa. Salam literasi, salam sehat, dan salam semangat untuk terus berkarya.
Wassalam: Syakhruddin. DN