Tahun 2006. Dua puluh tahun yang lalu.
Sebuah kabar datang dan mengubah hidupku: aku diterima sebagai CPNS dosen di Kementerian Agama, formasi dokter. Saat itu, penerimaan dokter pertama di Kementerian Agama. Aku dan sahabatku, Syatirah Jalaluddin adalah dua di antaranya.
Usiaku 24 tahun. Aku baru memiliki seorang bayi berusia delapan bulan. Di kampung, kabar itu seperti pesta kecil. “Jadi PNS!” katanya. Semua ikut bangga. Aku pun demikian. Rasanya… keren sekali.
Alat AksesVisi