1 Januari 2026
Tahun baru selalu datang dengan semangat yang sama: resolusi. Di malam pergantian tahun, kita mendadak jadi versi paling ambisius dari diri sendiri. Jam 23.59 masih makan gorengan lima biji, jam 00.01 sudah berjanji hijrah untuk hidup sehat, rajin olahraga, tidur teratur, dan sholat tepat waktu. Padahal besok subuhnya, azan berkumandang dan resolusi pertama yang dijalankan adalah: “peluk bantal tidur lagi.” Tahun baru memang unik, ia memberi harapan besar dengan kebiasaan lama yang belum tuntas.
Kenyataannya, hidup jarang berubah drastis hanya karena kalender ganti halaman. Tagihan tetap datang, gaji tetap sama, usaha stagnan, harga bensin tetap mahal, dan kebutuhan hidup semakin berat. Tapi justru di situlah maknanya. Tahun baru bukan soal jadi manusia baru sepenuhnya, melainkan versi yang sedikit lebih sadar: sadar kalau gagal itu biasa, sadar kalau progres kecil tetap progres, dan sadar kalau tertawa atas kekacauan hidup adalah bentuk kewarasan.
Jadi, selamat tahun baru. Tidak masalah kalau resolusimu tidak berjalan seperti rencana. Yang penting, kita masih mau mencoba, masih mau belajar, dan masih bisa menertawakan diri sendiri tanpa kehilangan harapan. Karena hidup bukan lomba kembang api, meledak sebentar lalu habis. Melainkan seperti korek gas: kecil, sederhana, tapi kalau dijaga, bisa terus menyala.
Hidup ini adalah bayangan masa lalu yang tidak perlu kita sesali tetapi kita harus mengambil pembelajaran darinya. Tidak masalah kita pernah terjatuh kedalam lubang, tetapi sebuah kebodohan jika kita jatuh kedalam lubang yang sama.
Terakhir pesan khusus buat para suami, Kalender boleh berganti, rumah boleh pindah, mobil boleh baru, tetapi istri jangan ya ha ha. Jagalah yang sudah ada itu harta yang paling berharga.
Alat AksesVisi