Pergantian tahun bukan sekadar pergeseran angka di kalender, melainkan sebuah momentum transisi eksistensial bagi seorang Muslim. Dalam pandangan Muhammad Ilyas Ismail, kemajuan umat tidak bisa dicapai melalui angan-angan kosong,  melainkan melalui penguatan fondasi karakter yang berbasis pada kecerdasan intelektual, kematangan emosional-sosial, dan kedalaman spiritual. Menyambut tahun baru dengan "Ekspektasi Besar" menuntut ketersediaan "Modal Besar" yaitu Modal “ Aka