Orang-orang arif yang tercerahkan selalu mencari kedudukan di sisi Allah, sementara orang pandir yang terhijab hanya mencari kedudukan di mata manusia.
Orang-orang yang beramal shalih untuk mendapat ridha Allah. Menjalankan ketaatan dengan ikhlas. Berbuat baik, berprestasi, bermanfaat. Jujur dan amanah, apa yang dikatakan dan dilakukan sesuai isi nuraninya. Itulah orang arif yang menjadikan Allah dan kebahagiaan akhirat sebagai tujuan hidupnya. Hatinya bersih, jiwanya tenang.
Sementara orang yang lalai atau terhijab, mengalami berbagai penyakit ruhani seperti kufur, syirik, munafik, dan fasik. Juga penyakit emosi seperti marah, benci, iri, dengki, ujub, sombong, takut, cemas, dan panjang angan-angan.
Pikirannya mengejar dunia, mencari harta, jabatan, popularitas, agar dianggap hebat atau disanjung tinggi. Hati gelap, jiwa bergejolak. Mencari kekayaan dengan segala cara termasuk yang haram, lupa mempersiapkan kehidupan akhirat.
Kedudukan di sisi Allah dan akhirat adalah lebih baik. Kita tidak dilarang mengambil bagian kita di dunia namun dengan cara yang halal, bermanfaat dan hanya mengharap ridha Allah. Karena tujuan hidup kita adalah beribadah kepada Allah dan mempersiapkan bekal akhirat untuk tempat tinggal selamanya.*
Wallahu a'lam...