facebook

twitter

email
Bahasa :
Kamis, 26 April 2018


Selasa, 17 April 2018 | Andriani

UIN Online - Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar merupakan Fakultas yang menyelenggarakan pendidikan tinggi keislaman dan umum pada tingkat Universitas,  menjadi tempat para mahasiswa yang berciri khas Agama guna mendalami dan menggali serta memperluas ilmu pendidikan umum dan ilmu pendidikan Islam.
Tujuan pendidikan FTK tidak terlepas dari tujuan pendidikan UIN Alauddin pada umumnya, yaitu menyiapkan peserta didik untuk menjadi anggota Masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan professional yang dapat menerapkan, mengembangkan, menyebarluaskan ilmu, serta kesenian dalam bidang islam.
Olehnya, FTK terus berinovasi untuk mengembangkan sumber daya yang ada dan menyiapkan peserta didik yang berkarakter. Dinahkodai oleh Dr. Muhammad Amri, Lc, Dekan FTK tersebut membentuk beberapa layanan atau unit yang dibutuhkan keberadaannya di UIN Alauddin Makassar. 
Ketiga layanan atau unit tersebut adalah Alauddin Testing Assesment Center (Atace), Center for Childhood Development (Child), dan Center for Conseling dan Career Development (Care).
Ketiga layanan tersebut diinisiasi oleh para pimpinan dan dosen di FTK sejak awal tahun 2017 namun barulah dilaunching secara resmi sejak Desember 2017 lalu. Dekan FTK, Amri menggambarkan bahwa Atace terbentuk dikarenakan FTK mempunyai dosen berlatar belakang psikologi. 
Menurutnya, beberapa dosen tersebut juga berkontribusi untuk memperbaiki skripsi di FTK. Biasanya, penelitian-penelitian harus divalidasi oleh tim validator berasal dari luar kampus seperti Universitas Hasanuddin (Unhas) atau Universitas Negeri Makassar (UNM). 
Tahun lalu diskusi ini telah berlangsung hingga menginisiasi terbentuknya unit atau layanan. Maka dari itu, dari kenyataan ini kenapa tidak kita menggunakan sumber daya sendiri. Kami bersatu dan membentuk layanan atau unit ini, pungkasnya.
Dari layanan ini bukti nyata yang dirasakan FTK adalah skripsi rasa tesis yang telah dirasakan oleh beberapa jurusan. Tak hanya itu, Atace ini juga memberikan jasa assesment untuk promosi jabatan.
Dimana-dimana setiap ada promosi jabatan pasti ada assement. Beberapa dosen kita secara personal telah aktif menjalankan profesinya sebelumnya. Kenapa tidak dilembagakan. Tentunya ini untuk meningkatkan akreditasi. Kita juga menggunakan satu dosen dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) ternyata ide ini ketemu, ujarnya.
Awal yang baik bagi layanan Atace itu, baru-baru ini maret lalu karena dipercaya oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) zona dua untuk memberikan assement dan tes psikologi bagi calon anggota KPU. "Kami memberikan hasilnya. Setidaknya orang luar kampus sudah melirik layanan ini, ungkapnya.
Alhasil, menurut Amri respon baik berdatangan, beberapa hal telah dievaluasi dan segera memperbaiki perangkat-perangkatnya sehingga bisa terus bersaing di lokal hingga nasional.
Ia mengaku tak mudah untuk membuat struktur di UIN Alauddin Makassar. Saya sudah mengajukan ke Kementrian Agama (Kemenag) sehingga kedepannya lowongan pejabat di UIN bisa menggunakan unit ini. Membuat struktur di UIN harus masuk ortaker, saat ini konsekuensinya tidak mendapatkan dana dari kampus tapi swakelola, ulasnya.
Sementara, unit lainnya yakni Child atau tumbuh kembang anak menjadi laboratorium bagi prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) yang ada di FTK. Saat ini, sumber daya layanan itu sedang membuat kurikulum hingga materi ajar untuk anak usia dini. 
Kedepan Tarbiyah paling tidak mulai dengan membuat penitipan anak. Pegawai dan dosen biasanya membawa anak dimana orang tuanya bekerja. Ini terjadi termasuk di FTK. Mahasiswa semeter III yang ada dan lab-nya nantinya betul-betul mengasuh. Bukan memburu keuntungan namun anak-anak di didik dan ada hal yang diberikan kepada anak yang mempunyai distingsi karena harus ada bedanya dari penitipan biasanya, gamblangnya.
Layanan ini juga hanya menunggu finishing atas konsep yang telah dibuat sehingga pada tahun ajaran baru nantinya dapat digunakan. Respon baik pun berdatangan untuk layanan ini seperti, banyaknya pegawai, dosen, pimpinan yang menawarkan menitipkan anak atau hanya sekadar bertanya. 
Namun saya menunggu materinya dan kurikulum yang mantap terlebih dahulu. Pastinya ada tenaga profesional dan mahasiswa menggunakannya sebagai lab. Kami juga akan membentuk pengelolanya, tuturnya.
Layanan berikutnya yaitu, Care. Tempat dimana semua permasalahan mahasiswa bahkan dosen dapat menggunakan layanan ini dari masalah pribadi, kuliah hingga karir untuk membantu memberi solusi bagi mereka.
FTK mencoba hadir sesuai dengan bidangnya untuk berkontribusi menambah pundi-pundi Badan Layanan Umum (BLU), pengembangan dosen, dan mahasiswa. Ketiga lembaga yang bekerja secara swakelola itu sudah dapat menghidupi operasionalnya secara mandiri. Amri sangat yakin bahwa kedepan bisa menjadi salah satu pemasukan bagi BLU di UIN Alauddin. 
Kami tetap menggunakan rekening Rektor. Saya optimis ketiga layanan ini sebagai sumber pendapatan BLU, tegasnya.
Kotak Komentar


[ Kembali ]

Saat memanfaatkan fasilitas internet kampus anda lebih banyak menggunakannya sebagai sarana:

Pembelajaran
Informasi Kampus
Pertemanan (Situs Jejaring)
Saya Belum Mencobanya

Lihat Hasil Poling
08 Oktober 2016

Oleh : Nursyam Aksa, S.T, M.Si.
Teknik PWK UIN Aauddin Makassar


Dari banyak literatur tentang sejarah ... Selengkapnya



07 September 2016

MENGEMBANGKAN TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI (TIK)

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

Selengkapnya



Artikel Sebelumnya

oleh: Nur Fadhilah Bahar
28 Desember 2016

Hasrullah, Mahasiswa Polyglot UIN Alauddin

Peraih ... Selengkapnya



oleh: Muh Quraisy Mathar
09 November 2016

Alih media merupakan sesuatu yang jamak dalam peradaban manusia. Tradisi menggurat ... Selengkapnya



kirimkan Opini anda
ke [opini(at)uin-alauddin.ac.id]